Akibat Sering Menulis Cerita Hantu

Apa kabar, pecinta cerita horor di manapun berada? Sudah lama aku tidak menulis pengalaman seram ku sendiri di blog ini. Bukan karena sok sibuk atau tidak ada pengalaman lagi, beberapa waktu lalu aku memang tidak bisa menulis pengalaman sendiri karena satu hal. Satu hal yang cukup menyeramkan dan menerorku saat aku ingin menulis apa yang aku ingat. Aku telah mencoba menetralkan dan menormalkan diriku namun semua sia-sia dan malah bertambah parah.

Emang ada apa sih? Menurut mas Edy, ia melihat sosok wanita menggunakan pakaian serba hitam mengikutiku terus atau ”nempel” di badanku.

Terus masalahnya apa? Masalahnya setiap aku ingin menulis sebuah pengalaman yang paling super duper horornya untuk blog ini, Sosok itu selalu menghalangi.

Menghalangi seperti apa? Jujur aku seperti orang gila saat duduk sendiri berusaha menulis pengalaman seram ku. Terdengar bisikan-bisikan di telinga yang cukup mengganggu bahkan terdengar lengkingan suara tawa wanita. Aku masih bisa tahan dengan gangguan itu, namun jika barang-barang di kamar kos bergerak sendiri dan kadang-kadang muncul sosok wanita seram yang memandangiku dengan mata melotot, jika ada kamera pasti aku akan melambaikan tangan jika mendapati gangguan seperti itu.

Kejadian itu terjadi jika aku ingin menulis pengalamanku saja, namun jika akan mempublish pengalaman pembaca yang dikirim melalui email tidak ada gangguan apa-apa. Memangnya kenapa kok bisa begitu? Sebenarnya ada sebuah kejadian atau pengalaman dimana hal itu sangat berdampak pada kegiatan sehari-hariku. Begini ceritanya:

Waktu itu aku bersama Nita, wanita cantik yang aku “tembak” saat momen yang unik (baca: Romantisisme Pengalaman Seram) beserta beberapa temanku mengunjungi sebuah tempat. Saat itu kami berlima mengunjungi sebuah tempat yang tidak terpakai lagi tanpa alasan yang jelas. Aku sebagai warga bandung sendiri tidak tahu tentang tempat itu, tempat itu bernama Bandung Medical Center (BMC).

Temanku Rio sangat penasaran dengan tempat itu, konon tempat itu sangat angker dan sering dijadikan tempat wisata misteri. Aku sendiri baru dengar tentang hal itu, bahkan tempatnya dimana pun aku tidak tahu. Dengan modal bujukan dan rayuan teman-temanku akhirnya aku mau menjadi tour guide mereka untuk berkunjung ke BMC.

Sebelum melanjutkan ceritanya, aku ingin menceritakan sedikit tentang asal usul bangunan BMC ini. Menurut seorang penjaga bangunan BMC, bangunan itu dulunya adalah bangunan rumah sakit peninggalan dari jaman belanda. Namun saat sedang di renovasi, entah kenapa bangunan itu ditinggalkan begitu saja. Kabar yang berhembus alasan ditinggalkannya karena sengketa lahan namun belum dipastikan kebenarannya.

Akibat Sering Menulis Cerita Hantu

Saat itu kami berlima berangkat menuju lokasi BMC yang terletak di tengah kota Bandung, tepatnya di jalan H. Wasid No. 1 Lebak Gede, Coblong, Bandung 40132 Jawa Barat. Saat kami sampai di lokasi, kami di sambut oleh pohon-pohong besar dan rindang di sekitar. Di depan bangunan terdapat ukiran pahlawan dan dinding bangunan yang memudar pucat serasa memberikan efek seram.

Ketika akan memasuki bangunan itu terdapat beberapa penjaga yang dapat diminta informasi mengenai bangunan itu. Kami harus membayar biaya sebesar 10.000/ orang saat itu untuk menyewa senter sekaligus ditemani oleh seorang penjaganya. Bangunan itu terdiri 4 lantai dan layaknya rumah sakit terdapat lobby, ruangan-ruangan, ruang tunggu dan lorong-lorong yang tampak gelap dan lembab.

Saat itu kami berkumpul terlebih dahulu di lobby utama sebelum melakukan wisata misteri kami. “Jangan sompral ya” ujar temanku bernama Sandy. Aku menggenggam tangan nita dan berjalan menyusuri ruangan demi ruangan  dengan mengikuti panduan penjaganya. Kami melewati lorong yang cukup kotor tidak terurus dimana sarang laba-laba terlihat dimana-mana. Saat melewati ruangan bayi, nita tampak ketakutan dan ia segera menggenggam tanganku dengan erat. “kenapa? Tanyaku. “ada anak suara anak bayi nangis” ujarnya. “hah? Aku gak dengar apa-apa kok” ujarku sambil mencoba mencari-cari suara. Nita tidak menjawab dan hanya ketakutan sambil memeluk lenganku. “ada yang melihat sesuatu?” Tanya penjaga yang menemani kami itu. “ah gak ada apa-apa pak” jawab rio. Penjaga itu hanya nyengir seolah-olah menyimpan sesuatu, “ya udah ayo kita lanjut ke ruangan lain” kata penjaga itu.

Saat berjalan menuju ruangan lain, aku melihat sekeliling tempat itu yang tampak kotor. “di kantor aku sering lihat si merah dama si buntung, masa sih di sini gak bisa lihat apa-apa” gumamku dalam hati. Memang sungguh seram situasinya saat itu namun aku tidak melihat ada hal-hal aneh yang membuat bulu kuduk berdiri. “Nah ini kamar mayat” kata penjaga itu sambil menunjuk pada ruangan yang tertutup. “kok ditutup pak? Tanyaku. “iya, karena banyak yang kesurupan kalau masuk ke ruangan ini jadi ditutup agar aman” ujar penjaga itu. “oh ya?” ujar temanku rully yang mendekati rio karena takut.

“Ayo kita lanjut” ujar penjaga itu. kami semua melanjutkan bergerak menuju ruangan lain, namun aku mendengar suara aneh. “kreeek..kreeeek…” seperti suara kayu. Aku kemudian berhenti sejenak dan menoleh ke belakang menuju ruangan bekas kamar maya itu. dengan jelas aku melihat ada sosok wanita berpakaian serba hitam keluar menembus pintu penutup ruangan itu. Aku terdiam terpaku dengan wajah pucat ketakutan, kakiku gemetar dan jantungku berdetak sangat cepat saat itu.

“ada apa yank?” tanya nita. “ga..gak ada apa-apa” ujarku sambil menarik tangan nita dan cepat-cepat meninggalkan tempat itu. saat berjalan mengejar teman-temanku yang berjalan di depan, “plaaak” aku merasa seperti ada seseorang yang memukul bagian belakang kepalaku. “aduh” keluhku sambil memegang bagian belakang kepalaku. “kenapa?” tanya nita. “gak apa-apa” ujarku. Aku merasa bagian belakang kepalaku serasa kebas.

Singkat cerita kami telah menyelesaikan kegiatan kami mengeksplor bangunan itu dan bersiap pulang. Aku merasa tidak enak badan saat itu, dan setelah sampai di rumah aku langsung demam, badanku terasa panas jika di sentuh namun aku merasakan dingin yang luar biasa dan membuat badanku menggigil. Aku mencoba minum obat parasetamol untuk mengurangi demam namun tidak memberikan efek apa-apa. Kira-kira 2 jam aku tiduran sambil menahan demam yang cukup aneh bagiku. Secara Tiba-tiba demam itu menghilang total dan aku kembali sehat seperti sebelumnya.

Aku melakukan kegiatanku sehari-hari tanpa ada masalah apa-apa, namun kejadian mistis belum berakhir. Ketika aku akan menulis cerita pengalaman seramku saat menjelajahi gedung BMC,  aku sulit untuk konsenterasi. Saat mengingat kejadian-kejadian atau pun ruangan yang ada di gedung BMC itu, aku selalu mendapat gangguan. Tiba-tiba salah satu buku di kamarku terjatuh, kemudian pintu lemari terbuka dan menutup sendiri berkali-kali. “ada apa ini” gumamku dalam hati. Aku berusaha cuek dan mencoba menulis cerita seram yang aku dapat di gedung BMC. “hihihihihihihihihihi…..”terdengar lengkingan suara tawa perempuan yang menyeramkan. Seluruh tubuhku merinding seketika itu dan menghentikan apa yang ingin aku tulis.

Aku merasa seperti orang gila menghadapi gangguan itu setiap hari secara terus menerus saat ingin menulis cerita pengalaman seramku. Bahkan saat aku coba memaksakan menulisnya tiba-tiba di depanku berdiri sosok wanita menggunakan pakaian serba hitam menatapku dengan tatapan melotot tajam ke arahku. Sontak aku langsung menutup wajahku dengan selimut karena ketakutan dan ketiduran hingga pagi.

Aku telah meminta bantuan pada orang-orang yang aku anggap bisa membantuku termasuk mas edy namun mereka semua menyerah. Karena hampir putus asa, aku teringat seseorang yang bisa membantuku yaitu om herman, paman dari temanku (baca : mengapa aku sering melihat hantu?). Ia coba membantuku namun tidak janji bisa menyelesaikan masalahku karena sosok yang menempel pada diriku ini sangat kuat. Namun setidaknya aku sedikit lega karena gangguan dari sosok itu mulai berkurang, dan saat aku menulis cerita ini pun aku tidak ada mengalami gangguan apa pun. Namun kadang-kadang saat sedang sendiri aku sering melihat sosok wanita itu sama-samar berdiri seperti mengawasiku.

Ini merupakan pengalaman luar biasa bagiku tentang dunia gaib. Jika kawan-kawan pembaca setia blog ini yang memiliki solusi atau saran bisa membantuku melalui kolom komentar. Dan jika kawan-kawan ingin mencoba sensasi dari angkernya gedung BMC bisa langsung menuju lokasi dan beruji nyali di sana. Saran dariku jika mengunjungi gedung BMC untuk tetap menjaga sikap, tidak sompral dan jangan duduk atau menyentuh barang-barang yang jarang di sentuh oleh manusia. Ini mungkin akibat sering menulis cerita hantu, karena ingin mencari pengalaman baru untuk update cerita blog ini. walaupun tidak penulis cerita lain tidak mengalami hal seperti yang aku alami ini, setidaknya ini resiko yang harus aku hadapi. Memang tidak semua orang bisa mengalami pengalaman mistis, namun berbahagialah mereka yang tidak pernah melihat makhluk gaib.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.