Benda Mistis Itu Menyembuhkan Nenekku Namun Membuatnya Berakhir Tragis

Anda kemungkinan besar tahu kalau orang-orang jaman dulu itu biasanya memiliki umur panjang. Dan apakah anda tahu bahwa orang-orang jaman dulu biasanya memiliki pegangan (jin pelindung, jimat atau benda mistis lainnya)?

Oh Iya! Tarik nafas dulu sebelum anda gemetar dan deg-degan membaca pengalamanku ini.

Silahkan play dan perbesar volume musik di bawah agar anda lebih merasakan sensasi ceritanya yang mencekam.

Pastinya anda masih ingat dengan aku, kan? Jika lupa klik pengalamanku sebelumnya.

Bulu kuduk berdiri karena pengalaman seramku

Tentu anda sudah pernah mendengar kalau Jin itu memiliki kemampuan supranatural yang melebihi manusia. Nah, ternyata aku dan keluargaku pernah merasakan memiliki ikatan dengan Jin.

Awal ceritanya dimulai ketika nenekku masih remaja. Saat itu dia sedang tidur siang dan tanpa sebab tiba-tiba ia terbangun kemudian berlari menaiki sebuah bukit yang ada di desanya.

Orangtuanya yang melihat anaknya yang tampak aneh itu langsung mengejar dan mengikutinya. Dan ayahnya sangat terkejut ketika melihat anak perempuanya berlari mendaki sebuah bukit yang sangat curam.

Dengan sangat khawatir, orangtuanya memanggil-manggil anaknya untuk segera turun. Nenekku itu terus mendaki seolah-olah tidak mendengar suara apapun.

Apa yang akan anda lakukan jika melihat saudara atau anak anda seperti itu?

Ketika telah sampai dipuncak bukit itu, ia berdiri menatap ayahnya yang berada di bawah bukit itu dengan tatapan tajam.

Kemudian ia melangkah untuk menuruni bukit itu, dan tiba-tiba ia terpeleset dan jatuh dengan sangat keras ke bawah. Melihat kejadian itu orangtuanya segera mengangkat dan membawanya ke petugas kesehatan desa dengan perasaan khawatir.

Dan apa yang menjadi kekhawatiran orangtuanya membuahkan hasil yang sangat menyedihkan.

Coba anda bayangkan bagaimana sedihnya orangtua nenekku itu setelah tahu kalau anaknya tidak akan pernah bisa berjalan kembali alias lumpuh.

Tanpa banyak berkata-kata, orangtua nenekku itu segera membawanya pulang dengan perasaan yang sangat sedih. Mereka hanya bisa pasrah melihat keadaan anaknya itu.

Nenekku itu tidak mengalami patah tulang apapun tetapi ia tidak bisa menggerakkan kakinya.

Singkat cerita, ada seseorang yang tiba-tiba datang dan mau membantu merawat nenekku itu. Istilah dalam bahasa jawanya adalah “di Pek’ en” .

Kira-kira 2 bulan lamanya nenekku ikut dengan orang itu. Ia akhirnya kembali ke rumah orangtuanya dengan sebuah keajaiban yang luar biasa. Ia kembali sambil berlari dan memeluk orangtuanya.

Sangat ajaib bukan?

Bagaimana seorang yang dinyatakan lumpuh bisa berlari seperti orang normal hanya dalam waktu yang singkat yaitu 2 bulan?

Sebagai orangtua, apapun itu bukanlah masalah. Yang terpenting adalah anaknya bisa kembali normal. Hal itu membuat orangtuanya sangat bahagia.

Eitss…tapi tunggu dulu! Ini bukanlah akhir dari semuanya melainkan sebuah awal.

Sekian tahun berlalu hingga aku lahir dan akhirnya bertumbuh dewasa menjadi pria tampan dengan penuh pesona. Nenekku itu bertambah tua dan sering sakit-sakitan.

Karena sakit, nenekku akhirnya sampai pada tingkat “sekarat” tetapi anehnya ia tidak meninggal juga. Padahal nenekku itu sudah tidak berdaya tetapi seperti ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa meninggal.

Dapatkah anda bayangkan bagaimana orang yang sekarat tidak berdaya tetapi tidak bisa meninggal?

Kami sudah mencoba berbagai cara dengan memanggil “orang pintar” tapi alasan mereka sama. Mereka mengaku kewalahan karena sesuatu yang ada dalam diri nenekku itu sangat kuat sekali.

Segala usaha telah kami lakukan untuk membantu nenekku keluar dari kesengsaraannya. Kini kami hanya bisa pasrah semoga Tuhan menunjukkan kuasanya.

Kepasrahan kami ternyata membawa kami pada hari-hari yang mencekam penuh rasa takut.

Hal yang paling mengerikan adalah di saat menjelang maghrib hingga tengah malam, nenekku sering memanggil-manggil nama-nama orang yang setahuku mereka semua telah meninggal. Terkadang ia seperti berbicara dengan seseorang dalam bahasa jawa, padahal tidak ada seseorang pun dalam kamar itu yang menemaninya.

Ayahku yang aku kenal sebagai orang yang tidak takut dengan hal-hal yang berbau mistis pun mengakui ia sangat ketakutan jika malam hari tidur di ruang tamu (kamar nenekku dekat sekali dengan ruang tamu). Ayahku mengaku kalau nenekku kadang tertawa meringis dan tiba-tiba menangis pada malam hari.

Kadang-kadang memanggil-manggil nama ayahku sambil menggoyang-goyangkan tempat tidurnya. Padahal setelah didatangi, nenekku sedang tertidur memejamkan mata tak berdaya.

Jadi, menurut anda siapa yang memanggil-manggil ayahku tadi?

Pernah juga waktu itu aku sedang duduk di ruang tamu bersama ibuku. Tiba-tiba terdengar suara nenekku sedang tertawa. Aku yang sangat penasaran saat itu mencoba mengintip dari jendela. Bisa anda bayangkan apa yang terjadi?

Aku langsung lemas sangat ketakutan sekali. Aku melihat nenekku sedang duduk dan di saat bersamaan aku mengintip dan ia menoleh ke arahku dengan tatapan kosong sangat menyeramkan.

Mimpi buruk

Setelah sekian lama berlalu. Tiba-tiba pamanku yang seorang pendeta membawa temannya yang juga seorang pendeta, sebut saja namanya ibu Agnes. Ia ingin mencoba membantu membunuh penyakit nenekku yang selama ini menyesengsarakannya.

Setelah didoakan, ibu agnes meminta buah pear. Kami tidak tahu untuk apa buah pear itu tetapi kami mencoba menyediakannya demi nenekku.

Ibu agnes membacakan beberapa doa pada pear itu kemudian ia mengusap seluruh badan nenekku dengan buah pear.

Ketika sedang di usap dengan buah pear itu. Badan nenekku gemetar dengan sangat kuat hingga ranjangnya pun bergetar. Dari mulutnya juga terdengar suara mengerang

Setelah selesai mengusapnya, ibu agnes langsung membelah buah pear itu. Dan di dalam buah pear itu muncul sebuah benda mistis yang ternyata selama ini bersemayam dalam tubuh nenekku.

Coba anda tebak benda mistis apa itu?

“Jarum?” Bukan!

“Keris?” Juga bukan!

“Batu akik?” Bukan!

Ayo tebak! Menyerah?

Oke, I will tell you soon!

Awalnya ketika tahu apa yang ada di dalam buah pear itu aku sangat terkejut dan tidak percaya. Tetapi itulah benda mistis yang aku lihat dengan mata kepalaku sendiri.

Bedan yang ditarik dari tubuh nenekku menggunakan buah pear itu adalah sebuah liontin emas yang ukurannya setengah dari telapak tanganku.

Benda Mistis Liontin Emas

Sekedar informasi yang aku dapatkan, di daerah jawa benda pusaka seperti keris merupakan simbol bangsawan yang cukup tinggi. Dan ternyata liontin emas merupakan simbol yang lebih tinggi dari keris.

Baca Juga pengalaman seram ini:

Penampakan khodam kujang warisan leluhur

Jadi, bisa anda bayangkan sebagaimana kuat dan saktinya benda mistis dalam tubuh nenekku itu?

Bagaimana tidak hebat:

Dari lumpuh tiba-tiba bisa berjalan dengan normal dalam waktu singkat. Berarti sesuatu yang ada dalam liontin emas itu sangat kuat sekali.

Setelah selesai penarikan benda mistis berbentuk liontin emas itu, ibu agnes bersama pamanku pamit pulang sambil membawa benda itu dan di buang di laut.

Kira-kira 2 jam setelah mereka pergi, pamanku menelpon agar kami waspada dan banyak berdoa. Karena liontin emas itu bukan liontin sembarangan. Ibu agnes harus berpuasa cukup lama setelah menarik liontin itu untuk melawan efek kekuatannya.

Pamanku berkata kalau dalam tubuh nenekku banyak sekali jin yang bersemayam. Tetapi yang terkuat sudah di tarik, sisanya hanya anak buah atau pengikutnya masih ada di rumahku. Pamanku juga berkata bersiap-siap karena kemungkinan mereka akan sering mengganggu.

N.B : Pengalaman cerita hantu ini kirim oleh Ariza. Anda Penasaran dengan cerita Ariza lainnya? Silahkan klik disini untuk berlangganan sehingga mendapat pemberitahuan jika ada update pengalaman seram lainnya. Dan dapatkan bonus ebook cerita hantu yang lebih mencekam secara gratis.

Berikan komentar anda dan jika ingin berbagi pengalaman seram dalam hidup anda, silahkan kirim cerita anda melalui form kirim cerita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.