Cerita Hantu Seram Penghuni Villa (1)

Cerita hantu dari tahun ke tahun tidak pernah hilang dari obrolan orang-orang. Pada awal tahun 2016 yang lalu, kami mendapatkan kado istimewa yang tak akan pernah terlupakan. Bagi kami Tahun baru merupakan awal baru bagi setiap orang untuk memulai tujuan baru. Menyiapkan strategi sukses, pekerjaan baru, mungkin juga pacar atau istri baru yang menjadi harapan dalam doa pembuka awal tahun.

Kebetulan tahun baru 2016 yang lalu jatuh pada hari jumat. Aku dan beberapa rekanku ingin mengisi waktu akhir tahun kami bersama-sama. Kami memutuskan untuk berlibur di ciater, tepatnya di kota subang, jawa barat. Kebetulan karena aku tinggal di kota bandung, maka aku diminta oleh rekanku untuk mencari referensi penginapanan di daerah ciater. Setelah mencoba mencari, aku akhirnya mendapat referensi lokasi villa dekat ciater.

Kami berkumpul dan berangkat dari kantor kira-kira jam 3 sore. Kami semua yang berjumlah 8 orang berangkat menggunakan mobil avanza dari jakarta. Delapan orang itu terdiri dari aku, wanita spesialku yaitu nita (baca : romantisisme pengalaman seram), mas edy, arif, adit, Ruly, erwin, dan Putri.

Cerita Hantu Seram Penghuni Villa

Singkat cerita, kami telah sampai di daerah ciater dengan menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam yang rasanya seperti 24 jam. Bukan jauhnya yang kami resahkan, namun keadaan di dalam mobil saat perjalanan yang kami tidak kuat. Dengan kondisi 8 orang sudah pasti akan sempit-sempitan, dan di tambah adanya aroma terapi yang cukup menyengat. Sebelum berangkat, adit membagi-bagikan ubi rebus yang entah darimana ia bawa. Ubi rebus itu cukup membantu kami menghasilkan aroma terapi yang khas sekali.

Ketika telah sampai di daerah ciater, kami memasuki sebuah komplek yang di dalamnya terdapat banyak villa. Lokasinya terletak di antara gunung tangkuban perahu dan air panas ciater, inisial nama komplek villa itu CHR. Sebelumnya aku hanya mendapat referensi lokasinya saja bukan villanya sehinga kami harus mencari villa mana yang akan kami tempati.

Kami berkeliling bertanya-tanya villa yang memiliki 3 kamar dan tentunya harga yang terjangkau. Akhirnya kami mendapatkan sebuah villa dengan tiga kamar dan harga yang cukup murah. Lokasinya memang sangat di ujung namun tempatnya sangat sejuk dan nyaman.

Setelah memindahkan semua barang-barang kami ke dalam villa, kami segera membagi kamar. Ruly, erwin dan adit menempati kamar depan. Putri dan nita menempati kamar tengah. Sedangkan aku, mas edy dan arif menempati kamar belakang. Kami istirahat sejenak melepas lelah, ada yang menonton tv, duduk di teras, sedangkan putri dan nita memasak mie buat kami.

Rencana kami pada malam hari akan berenang ke ciater namun karena badan masih lelah jadi kami menunda hingga esok hari. Malam ini kami menghabiskan waktu dengan berkaraoke dan santai-santai. Karena suasana yang dingin, aku pergi ke kamar untuk mengambil jaket. Ketika sedang mengambil jaket di kamar, aku merasa ada yang melihatku dari pojok kamar. Aku segera menoleh namun tidak ada siapa-siapa. “mungkin Cuma ilusi” gumamku dalam hati sambil ke luar kamar.

Malam itu kami habiskan dengan bernyanyi bersama. Setelah benar-benar capek, kami kembali ke kamar masing-masing untuk tidur. Suasana yang sejuk dan nyaman saat itu seharusnya memberikan kami ketenangan. Namun kedatangan kami ternyata tidak disukai oleh mereka yang telah duluan menempati villa tersebut.

Cerita Hantu Seram Penghuni Villa

Mas edy dan arif langsung menuju alam mimpi setelah menyentuh bantal, sedangkan aku masih belum bisa tidur. Aku berbaring dengan melamun menatap ke arah langit-langit, dan perlahan mataku mulai menutup. “srek srek seeekk…srek seek…” terdengar suara di tembok tepat di depan tempat tidurku. Mendengar suara itu aku membuka pelan mataku dan sungguh terkejut melihat ada wanita menggunakan baju putih dan berambut panajng sedang merangkak di tembok.

Ia merangkak perlahan dan berhenti, dan ia menatapku dengan tajam. Wajahnya sebelah kiri sangat hancur seperti busuk dan dari mulutnya keluar lidah yang menggantung sangat panjang kira-kira 1 meter. Mataku langsung terbelalak karena kaget melihat sosok itu. Dengan sekejap sosok itu melompat dan menghilang.

Aku pun segera menendang mas edy untuk membangunkannya “mas bangun…”. “ada apa sih” kata mas edy sambil merem” . “ada setan mas, merangkak di tembok. Lidahnya panjang banget” jawab aku dengan gelisah. “itu cicak lagi cari nyamuk. Cicak kan panjang lidahnya. Udah tidur sana” kata mas edy sambil memalingkan wajahnya ke arah lain. “mungkin aku lagi mimpi” jawab aku dengan positif.

Aku mencoba tidur kembali dan melupakan apa yang telah terjadi. “klonteeeng…” suara benda jatuh dari dapur. Aku cukup kaget mendengar suara itu, “mungkin tikus” gumamku dalam hati. Aku kembali memejamkan mata, dan aku sempat  tertidur cukup pulas saat itu. Namun entah mengapa aku tersadar dan merasa ada sesuatu yang menyentuh pipiku.

Cerita Hantu Seram Penghuni Villa

Aku membuka mataku perlahan, dan telah berdiri sosok wanita berpakaian putih dan berambut panjang. Sebagian wajahnya membusuk dan lidahnya yang panjang terurai kebawah hingga menyentuh pipiku. Reflek aku langsung bangun menepis benda yang menyentuh pipiku itu dan duduk di sudut tempat tidur. Mulutku terasa sulit digerakan dan seluruh badanku mengeluarkan keringat. Sosok itu menatapku dengan sangat tajam dan perlahan ia bergerak ke sebelah kiri menuju pintu kamar kemudian menghilang.

Aku terdiam dan shock dengan apa yang telah aku lihat. Ternyata yang aku lihat sebelumnya bukanlah cicak. “aaahhhkkk…..” aku mendengar suara nita berteriak. Aku dan yang lainnya langsung bergegas menghampiri kamar nita dan putri. “ ada apa nit? Tanyaku. “tadi ada bayangan hitam di belakang putri” jawab nita. Mereka berdua ternyata belum tidur dan masih mengobrol. “mungkin itu pantulan bayangan dari luar” ujar ruly. “ya udah tidur lagi, gak ada apa-apa kok” ujarku.

Cerita Hantu Seram Penghuni Villa

Setelah kejadian itu, kami kembali ke kamar masing-masing untuk tidur. Kami tidur dengan pulas hingga pagi. Namun aku tetap menyimpan sendiri pengalamanku semalam. Aku tidak ingn membuat mereka menjadi takut jika aku ceritakan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.