Cerita Hantu Seram Penghuni Villa (2)

Aku ingin menyimpan sendiri apa yang telah aku lihat semalam, namun ternyata harapanku salah. Tujuan libur kami seketika berubah menjadi misi detektif untuk mengungkap cerita hantu yang menjadi misteri. Liburan kali ini benar-benar membuka mata kami terhadap kehidupan alam lain atau duni gaib.

Setelah kejadian semalam (baca : Cerita Hantu Seram Penghuni Villa 1), aku mencoba melupakannya. Nita pun tampak tersenyum manis dipagi hari setelah melewati kejadian semalam. Kira-kira pukul 07.00 kami berangkat menuju pemandian ciater untuk berendam di kolam air panas. Kami sangat menikmati liburan kami saat itu, canda dan tawa selalu menghias wajah-wajah kami.

“Dit coba lo nyelam trus liatin cewek-cewek itu dari dalam air, pasti gak nahan lo liat seksinya cewek bandung” ujar mas edy. “oh iya, pada putih-putih itu pahanya, hehe” ujar adit sambil tersenyum dengan sejuta arti. Adit segera menyelam dan mencoba mempraktekan apa yang dikatakan oleh mas edy. Kira-kira 3 detik dia menyelam kemudian ia segera bediri “aduuhh..periiihhh” keluh adit sambil mengusap matanya. “hahahaha” serentak kami tertawa dengan puas.

“Udah tau airnya panas malah buka mata di dalam air” ujar ruly. “Itu karma buat otak mesum tuh” ujar arif dengan senyumannya yang sinis. “cie..cie cemburu” ujar mas edy. “apa bapak ini, otak kumuah..kualat nanti kayak adit” ujar arif dengan logat padangnya. “udah tenang aja, adit cuma setia sama arif kok” ujar mas edy. “hahaha” kami tertawa kembali. Arif langsung pergi mendekati nita dan putri tanpa memberikan komentar apa pun.

Setelah selesai berendam, kami mencari makan dan jalan-jalan di sekitar subang. Cukup lelah kami menghabiskan waktu dihari itu, kemudian kami kembali ke villa untuk memulihkan tenaga. “aahh akhirnya sampai juga” ujar putri yang terlihat lega. Kami segera masuk ke dalam karena cuaca sedang hujan rintik-rintik saat itu.

Diantara kami ada yang memilih tiduran di kamar, duduk di teras sambil minum kopi, dan ada yang menonton tv. Tampak terlihat wajah-wajah mereka yang kelelahan karena bermain seharian. Aku tiba-tiba teringat kejadian semalam yang cukump menyeramkan. Aku terus memberikan pikiran positif pada diriku dengan berpikir bahwa malam ini akan baik-baik saja.

Erwin saat itu sedang menonton tv sambil bersandar santai pada sofa, dan tak sadar ia pun tertidur. “aduuhh” ujar erwin kesakitan sambil mengusap telinganya. “ada apa win? Tanyaku yang duduk di sampingnya. “lo jewer telinga gue ya?” kata erwin. “apaan gue dari tadi diem gini” jawabku dengan posisi rebahan di sofa. “terus siapa yang jail cuma kita berdua di sini” ujar erwin. “ya mana gue tahu, setan kali. Mungkin cuma perasaan lo aja tuh” jawab aku. Erwin menyandarkan kepalanya kembali pada sofa tanpa berkata sepatah kata pun.

Saat itu hujan semakin lebat dan suhu ruangan menjadi sangat dingin. aku memutuskan untuk tiduran di kamar sambil selimutan. Kebetulan mas edy mengikutiku ke kamar karena tidak kuat dengan dinginnya. Saat itu aku dan mas edy membicarakan masalah pekerjaan sambil selimutan. Sedang asyik mengobrol, tiba-tiba di depan kami muncul bayangan putih yan lama-lama menebal menjadi kepulan asap dan perlahan membentuk sebuah wujud. Tak butuh waktu lama proses perubahan wujud itu terjadi dan membentuk sosok wanita dengan rambut panjang terurai. Salah satu sisi wajahnya hancur seperti busuk dan lidahnya menjulur panjang ke bawah.

Reflek aku menarik selimut untuk menutupi wajahku, dan mas edy juga mengikuti. Kali ini badan kami gemetar bukan karena dingin tetapi karena takut. Aku tidak mau tahu apakah sosok itu telah hilang atau belum. Dan tak terasa aku pun tertidur di balik selimut.

“aaaaahhhhhhhkkkk…” teriak putri sekencang-kencangnya. Kami yang mendengar teriakan itu segera berlari menuju kamar mereka. “ada apa put?” Tanya mas edy. “tadi ada wanita berdiri disitu seram banget” jawab putri sambil menunjuk pojokan kamarnya. Nita tampak shock karena ia juga melihat sosok yang sangat menyeramkan itu.

Setelah menenangkan mereka, kami pun bubar untuk kembali keruangan masing-masing. “aaaahhhkkk” teriak nita. Kami segera berlari menuju kamarnya, kami sangat kaget karena melihat putri dengan mata yang merah dan mencakar-cakar kasur seperti macan. Nita berdiri dipojok kamar dan menangis karena ketakutan.

cerita hantu seram

Setelah aku masuk ke kamar mereka, nita segera berlari memelukku karena takut. “errrgghhh” putri meraung sambil terus mencakar kasur. Segera mas edy dan ruly memegang tangan putri, dan sungguh di luar logika bagiku saat itu. Mas edy dan ruly di banting oleh putri, kekuatannya seperti naik 10 kali lipat tenaga laki-laki.

“rif, adit bantuin mas edy” pintaku. Mereka berdua segera memegang putri dengan sekuat tenaga. Erwin juga segera memegang putri dan aku meminta nita diam di tempat karena aku ingin membantu mereka. Aku mendekati putri dan mencoba mengusap pangkal hidungnya diantara kedua alis. Hal itu aku lakukan untuk menenangkannya. Hal itu sangat berhasil aku lakukan untuk menenangkan individu ketika histeris dalam sesi hypnotherapy. Namun hal itu tidak berhasil dengan putri, malah ia meraung sejadi-jadinya. “dek naon sia kadieu (mau apa kamu ke sini)?” ujar putri. “saha maneh (siapa kamu)?” tanyaku. “iyeu tempat aing, nyingkah sia maraneh (ini tempatku, pergi kalian)!” ujar putri.

“ini kesurupan bro, lo pegang ini tangannya biar gue habisin ini setan” ujar mas edy. Aku segera memegang tangan putri sekuat tenaga, dan kami segera membaca doa-doa yang kami ingat. Mas edy memegang kepala putri dan dengan beberapa gerakan tiba-tiba putri menjadi tenang dan pingsan. “aaaaaaahhhkk…” nita berteriak ketakutan. “ada apa?” tanyaku. “ada cewek seram tadi berdiri di depan aku” jawab nita sambil menangis. Aku segera melepaskan putri yang pingsan dan mencoba menenangkan nita.

“Centreeeng..treeeng” terdengar perkakas dapur berjatuhan di lantai. “braaak..” terdengar suara sebuah meja kayu yang d banting. “praaak…” suara pintu lemari yang di banting. Kami kebingungan dan ketakutan mendengar berbagai suara dan barang-barang yang berjatuhan. Nita semakin memeluku erat dan menangis. Sedangkan putri dengan lemas memeluk ruly karena masih shock dan ketakutan.

Erwin segera keluar kamar dan berteriak “siapa kamu? Tunjukin diri kamu!” Tantang erwin. Dengan seketika erwin terpelanting ke lantai, “aahh”. Mas edy segera keluar ingin membantu erwin dan ketika baru keluar kamar mas edy jatuh tersungkur seperti didorong. “blaak” suara badannya terkena lantai.

Aku kaget setengah mati saat melihat di sebelah nita telah berdiri sosok menyeramkan dengan lidah panjang itu. Aku segera menarik nita keluar kamar dan menyuruh adit dan arif menggotong putri keluar. “braaaak..” sebuah kursi kayu jatuh ke lantai seperti dibanting. Melihat nita dan putri yang telah menangis tersedu-sedu dan ketakutan, mas edy segera meminta kami keluar. “bawa keluar aja, tunggu di luar” ujar mas edy.

Ketika aku masuk, suasana tampak tenang namun isi ruangan menjadi berantakan. “gak bisa kalo kita tetap disini” ujar ruly. “iya ayo cabut aja” ujar mas edy. Kami segera mengambil seluruh kami dari kamar. Ketika aku dan mas edy sedang mengambil barang di kamar kami tiba-tiba terdengar suara “shhhssss…”. kami reflek mengengok ke arah sumber suara itu di pojok ruangan, dan sangat kaget kami melihat sosok wanita seram itu.

cerita hantu seram

Dengan wajah yang membusuk di sisi wajahnya, pandangan yang tajam seperti marah, sedang merangkak di didinding kamar. Lidahnya sangat panjang menjulur ke bawah. Bergegas kami mengangkut barang kami keluar dan meninggalkan villa itu. Kami malam itu menginap di hotel terdekat untuk sementara, dan esoknya langsung kembali ke jakarta.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.