Cerita Horor Hantu Pembeli Rumah

Cerita horor hantu pembeli rumah ini merupakan kejadian nyata yang dialami oleh ayahku sendiri. Kejadian ini terjadi satu bulan yang lalu saat kami berencana menjual rumah lama kami. Kebetulan kami berencana menjual rumah lama kami karena kami telah membeli sebuah rumah di lokasi lain.

cerita horor hantu pembeli rumah

Malam itu aku beserta adik-adikku telah tinggal di rumah baru kami. Namun ibu dan ayahku memilih tinggal di rumah lama karena akan bertemu dengan calon pembeli. Sekita pukul 7 malam, seorang pembeli datang menghampiri rumah kami tersebut. Ayah dan ibuku bertemu dengannya dan segera membicarakan tentang rumah kami tersebut. Pembeli tersebut merasa cocok dengan rumah kami namun ia harus diskusikan bersama keluarganya dahulu. Ia minta waktu beberapa hari untuk memutuskan jadi membeli atau tidak.

Setelah calon pembeli itu pulang, ayah dan ibuku menutup pintu dan masuk ke ruang tengah. Ayahku mengambil secarik kertas dan ballpoint untuk menulis rincian rumah kami seperti luas, bangunan dan luas halaman. Sedangkan ibuku tidur-tiduran sambil menonton sinetron. Beberapa barang-barang di rumah itu memang belum dipindahkan semua ke rumah baru kami sehingga masih layak untuk di tempati.

Saat sedang bersantai di ruangan tengah tiba-tiba terdengar suara orang mengetuk pintu “tok..tok..tok”. “Siapa itu malam-malam gini” tanya ayahku. “tok..tok..tok” terdengar suara pintu itu di ketuk lagi. “iya sebentar” jawab ayahku sambil bangkit berdiri. Ayahku berjalan menuju pintu depan dan segera membuka pintu tersebut.

“ceklek..ngeeekk” ayahku membuka pintu. Tidak ada seorang pun berdiri di depan pintu, kemudian ayahku segera keluar. Ayahku kaget melihat seorang bapak-bapak yang tidak terlalu tua berdiri di pojok teras rumahku itu. kebetulan di terasku terdapat kursi dan meja, orang itu berdiri di belakang meja dekat kursi. Orang itu mungkin berumur sekitar 40an, terdapat kumis tebal di wajahnya. Wajah orang itu sangat asing karena ayahku belum pernah bertemu dengannya sebelumnya.“Cari siapa pak?” tanya ayahku. “rumah ini di jual? Tanya orang itu. “iya pak betul, mau lihat-lihat pak? Ayo masuk ke dalam” kata ayahku. “tidak usah di sini saja” jawab bapak itu.

“Oh ya, silahkan duduk pak” kata ayahku. Bapak itu tidak menjawab dan tetap berdiri dengan wajah datar tanpa ekspresi menatap ayahku. Ayahku menarik kursi dan duduk, saat akan duduk ballpoint yang di bawanya terjatuh ke kolong meja. Ayahku segera membungkuk untuk mengambil ballpoint itu.

Saat sedang mengambil ballpoint, tanpa sengaja ayahku melihat kaki bapak itu melayang alias tidak menyentuh lantai rumahku. Orang itu sedang dalam keadaan berdiri namun kakinya tidak menyentuh lantai. Wajah ayahku langsung menjadi pucat ketakutan, namun ia mencoba tetap tenang dan tidak panik. Setelah mengambil ballpointnya, ayahku memberanikan menatap dan berbicara dengan orang itu. “sebentar ya pak saya ambilkan minum dulu” kata ayahku sambil berdiri. “Mau ambil minum atau sudah tahu?” jawab orang itu. Ayahku yang tak bisa menahan ketakutannya langsung jatuh pingsan dan tergeletak di lantai.

Menurut ibuku, ia tidak melihat siapa-siapa selain ayahku yang pingsan di lantai saat itu. Cerita horor hantu pembeli rumah ini cukup membuat kami semua takut kalau menerima tamu malam-malam. Namun kami bersyukur karena rumah kami tersebut kini telah laku terjual.

Catatan : Pengalaman seram ini dikirim oleh Rio. Jika ingin berbagi pengalaman seram dalam hidup anda, silahkan kirim cerita anda melalui form kirim cerita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.