Cerita Horor Di Sekolah Bibiku

Hai, masih ingat denganku, Eni? Kali ini aku ingin menceritakan kembali cerita horor di sekolah tempat bibiku bekerja. Cerita ini merupakan lanjutan dari cerita sebelumnya (baca: Cerita horor pengalaman bibiku). Cerita ini mungkin tidak sehoror cerita pengalaman lainnya, namun cukup merinding juga jika kita yang mengalaminya.

Seperti biasa bibiku selalu memanggil murid-murid yang masih main di kelas atau dilingkungan sekolah sambil menunggu di jemput oleh orang tuanya. Saat itu sudah pukul 16.00, semua guru-guru sudah pulang dan tinggal satu murid lagi yang belum di jemput. Tadinya murid itu menunggu di lobby sekolah namun karena lama jadi ia berjalan-jalan untuk menghilangkan kebosanannya.

Bibiku saat itu sedang jaga di depan lobby sekolah, tiba-tiba orang tua anak itu datang dan menghampiriku. “Bu mau jemput anak saya, Nico” ujar orang itu. “oh iya sebentar bu saya panggil dulu” kata bibiku. Bibiku berjalan mencari di sekitar lobby namun tidak ada terlihat murid itu. kemudian bibiku mencoba mencari ke lantai atas, mungkin ia bermain di kelas.

Bibiku mencoba memanggil namanya namun tidak ada jawaban. Bibiku kemudian mencoba melihat di dalam kelasnya, namun kelasnya kosong tidak ada siapa-siapa. “mungkin main di halaman sekolah” pikir bibiku saat itu. Ia pun berjalan menuju tangga untuk turun, saat menuju tangga ia melewati lorong toilet. “Bu” terdengar suara anak kecil memanggil. Bibiku pun berhenti karena mendengar suara itu, “nah itu dia” gumam bibiku sambi melihat kiri dan kanan mencari anak itu.

“mana ya?” gumam bibiku mencari anak itu karena tidak terlihat siapa pun di lantai itu. “Bu” terdengar suara memanggil dari dalam lorong toilet. Bibiku segera menoleh dan melihat seorang anak berlari masuk menuju ruang janitor. “Bu” terdengar suara anak memanggil. Bibiku berjalan masuk ke lorong toilet dan melihat ada seorang anak di dalam ruang janitor sedang mengintip dari balik pintu yang terbuka sedikit. “Nico ayo pulang, sudah di jemput” panggil bibiku. “hehehe” tedengar suara anak kecil tertawa dari dalam ruang janitor.

Bibiku berjalan menuju ruang janitor itu yang letaknya di ujung lorong, lorong toilet itu memang agak gelap. “nico, sudah di jemput tuh” panggil bibiku. Bibiku segera mendorong pintu janitor itu perlahan sambil melongok ke dalam ruangan. “Nic….” bibiku langsung berhenti memanggil karena di dalam ruangan itu ternyata tidak ada siapa-siapa. “tadi perasaan aku lihat anak kecil di sini” ujar bibiku dengan bingung. “Bu” terdengar suara anak kecil memanggil di belakangnya. “deg” jantung bibiku seakan tersa berhenti.

“Bu” suara itu memanggil kembali. Bibiku menoleh kebelakang dan matanya terbelalak melihat seorang anak berlari melewati di pintu masuk  lorong toilet. “hehehe” terdengar suara anak itu tertawa. “Nico..” panggil bibiku sambil berlari mengejar anak itu. namun setelah sampai di pintu lorong bibiku tidak melihat ada siapa pun. Seketika bulu kuduk bibiku merinding dengan keadaan sekitar yang cukup redup dan sepi. “Bu” suara itu lagi-lagi memanggil. Bibiku menoleh ke belakang di ujung lorong kelas, terlihat seorang anak berdiri sambil melambai-lambai memanggil bibiku. Lorong itu sangat gelap karena semua lampu di matikan sehingga tidak terlihat wajahnya. “Kok anak itu bisa berdiri disitu? Padahal tadi lari ke arah tangga ini. Pintu akses ke lorong itu kan sudah dikunci” ujar bibiku dengan aneh. “jangan-jangan…” pikiran bibiku sudah mulai parno dan kakinya sedikit gemetar karena ketakutan.

cerita horor di sekolah bibiku

Bibiku segera berjalan dengan sangat cepat menuju tangga untuk turun meninggalkan anak yang memanggilnya itu.  Setelah sampai di lobby, orang tua anak itu segera menghampiri bibiku. “Bu anak saya ternyata dari tadi menunggu di tempat jus depan sekolah. Itu rumah temannya” ujar orang tua itu. “oh pantesan di cari di atas gak ada” ujar bibiku. “Terima kasih ya bu” ujar orang tua itu sambil berlalu pergi. “ Jadi anak yang di atas tadi siapa?” gumam bibiku dalam hati dan tampak wajahnya pucat ketakutan.

Catatan : Pengalaman seram ini dikirim oleh Eni. Jika ingin berbagi pengalaman seram dalam hidup anda, silahkan kirim cerita anda melalui form kirim cerita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.