Cerita Horor tentang Sebuah Nazar

Namaku Iwan, aku ingin membagikan sebuah pengalaman mengenai cerita horor sebuah nazar.Kejadian ini berawal saat seorang tetangga kampungku yang bernama wati (nama samaran) pergi ke negara timur tengah. Ia memiliki impian bahwa jika ia berhasil dan pulang nanti maka ia ingin anaknya yang bernama ade (nama samaran) diarak keliling kampung menggunakan jaran hidup (menunggang kuda hidup).

singkat cerita, tetanggaku telah lama bekerja di timur tengah dan suatu ketika ia pernah bermimpi tentang ibunya. Di dalam mimpi itu ibunya berkata “nak jika kamu telah kembali kesini dan hendak menunaikan nazarmu, ibu ingin ikut diarak jg bersama cucu ibu.” Wati terperanjak bangun dengan bercucuran keringat di wajahnya, “ternyata hanya mimpi” gumamnya dalam hati.

Ternyata apa yang dimimpikan oleh wati itu mengandung pesan yang berarti. Seminggu setelah mimpi itu, Ibunya di kampung yang kebetulan juga merawat anaknya meninggal akibat serangan jantung. Namun pihak keluarga dari kampung tak sepatah kata pun memberi kabar pada wati mengenai hal itu.

Setelah sekian lama akhirnya wati memutuskan untuk pulang kembali ke Indonesia. Sesampainya dirumah, ia segera berlari memeluk dan mencium anak kesayanganya yang telah dirindukannya. Kemudian ia bersalaman dengan kerabat dekat, lalu mereka duduk mengobrol dan bercanda tawa. Lama menghabiskan waktu untuk mengobrol dengan kerabat, wati merasa ada sesuatu yang kurang. Setelah berpikir tentang apa yang kurang itu akhirnya ia sadar bahwa di keramaian itu ibunya tidak kelihatan.

“Pak, ibu mana kok gak keliatan dari tadi” tanya wati sambil tersenyum karena bahagia. Tiba-tiba ruangan menjadi sunyi tanpa suara, bapaknya tertunduk diam seolah-olah berat untuk menatap wati. “Pak, kok malah diam? Ibu kemana?” tanya wati semakin penasaran. Bapaknya segera mengangkat kepalanya dan menatap wati, mata bapaknya berkaca-kaca dan tak lama mulai meneteskan air mata.

“ibu sudah meninggal nak” jawab bapaknya. Wati terdiam tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya. “Gak mungkin…gak mungkin ibu meninggal” jawab wati. “ibumu sudah meninggal nak” jawab bapaknya sambil menangis terisak-isak. “kenapa tidak ada yang mengabariku?” tanya wati. Wati menangis sejadi-jadinya karena tak tahan menahan kesedihannya. Ia tidak percaya ibunya pergi tanpa ada dirinya di samping jenazah ibunya.

Selang beberapa hari kemudian setelah wati tegar dan iklas menerima kepergian ibunya. Ia ingin segera menunaikan nazarnya untuk membuat anaknya diarak menunggang jaran hidup. kuda kuda untuk pegelaran acara telah di siapkan berjajar seperti odong-odong.

Pegelaran arak-arakan kuda itu sangat ramai ditonton oleh warga sehingga banyak pedagang berkeliaran menjajakan barang dagangannya. Camera-man yang disewa wati untuk mengabadikan acara itu telah standby dengan kameranya. Terdengar alunan musik ciri khas daerahku yang terdengar mengiringi acara tersebut. Arak-arakan itu dilakukan dengan mengelilingi kampung. Namun saat  melewati areal pesawahan yg kebetulan dekat dengan pemakaman umum warga terjadi sebuah keanehan. salah satu kuda yang dinaiki ade itu jingkrak-jingkrak dan meronta tidak mau diam. Melihat hal itu, sang pawang segera berusaha menenangkan kudanya. Kuda tersebut dapat dan acara dapat dilanjutkan hingga akhir.

Singkat cerita, setelah beberapa hari kemudian para tetanga yang sedang asik ngobrol diteras rumah wati bertanya-tanya padanya “wati, liat dong rekaman video arak-arakannya kemaren.” “Boleh, ayo masuk saya ambil CD nya dulu” jawab wati. Wati segera memutar video tersebut di DVD playernya, saat sedang menonton dan sampai di video kejadian aneh waktu itu saat kudanya tiba-tiba jingkrak-jingkrak. Salah satu tetangga sangat penasaran melihat kejanggalan dalam video itu. kemudian ia meminta wati untuk memperlambat videonya, “siapa itu yang duduk dibelakang ade?” tanya tetangga itu. “iya pakaianya aneh” jawab tetangga yang lain. “Coba di putar pelan-pelan lalu di pause biar kelihatan wajahnya” ujar tetangganya.

Wati segera memutar video itu pelan-pelan dan segera menekan tombol pause saat tampak wajah dari sosok yang duduk di belakang anaknya. mereka semua menyidik wajah siapakah itu dan mereka semua kaget ketakutan melihat wajah sosok itu adalah ibunya wati alias neneknya ade. Sosok itu sedang naik kuda dibelakang ade dengan pakaian putih dan rambut panjang terurai. Mereka semua merasa ketakutan setelah menonton video itu. Hal itu menjadi cerita horor tentang sebuah nazar yang menyeramkan bagiku setelah mendengarnya dari para tetangga.

Catatan : Pengalaman seram ini dikirim oleh Iwan. Jika ingin berbagi pengalaman seram dalam hidup anda, silahkan kirim cerita anda melalui form kirim cerita.

2 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.