Diikuti Kuntilanak 2

Masih penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya? Baiklah, aku lanjutkan cerita diikuti kuntilanak 2 ini. Pastikan anda tidak membaca cerita ini sendirian! 

Sesampai di kosan aku langsung membaringkan badan di kasur, biasanya aku mandi dulu biar gak gerah. Tapi kali ini aku merasa seperti gak enak badan (bukan karena sakit).

Aku sedikit lebih lelah karena merasa terus diikuti oleh kuntilanak berwarna merah selama kerja tadi. Jadi aku putusin untuk langsung tidur aja. Tidak lebih dari lima menit kira-kira aku pejamkan mata, aku merasa seperti ada yang menatapku.

Pelan-pelan aku buka mata dan tiba-tiba aku tidak bisa menggerakan badanku, jantung serasa berhenti dan tubuh menjadi dingin.

Aku terkejut karena setelah buka mata aku melihat seorang perempuan berambut panjang terurai ke bawah. Dengan wajah hancur dan mata sebelah kiri hampir keluar.

Ia menatapku dengan jarak wajahnya tepat di atasku 1 jengkal kira-kira. Sambil tersenyum.

Bisa anda bayangkan apa yang akan anda rasakan jika ada sosok seperti itu menatap anda tepat di depan wajah?

Ternyata itu adalah simerah yang di kantorku (baca : Diikuti kuntilanak 1). Dia mengikutiku sampai di kosan.

Pantesan orang-orang pada liatin aku dengan aneh. Kira-kira 3 menit dia menatapku kemudian mundur dan terbang mengitari kamar. Kemudian berhenti di pojok atas pintu sambil tertawa melengking “hi..hi..hi” kemudian menatapku dengan tajam.
diikuti kuntilanak 2

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.