Diikuti Sosok Penghuni Gunung Artapela

Menurut anda, apa yang harus aku lakukan jika mengetahui bahwa aku sedang diikuti sosok penghuni gunung artapela?

Sebuah kejadian yang diluar dugaan!

Setelah mengalami berbagai teror semalaman dan penuh ketakutan hingga tertidur dalam balutan misteri. Aku berusaha bertahan dan tetap merahasiakan semuanya dari teman-temanku.

Oh ya, ini adalah cerita lanjutan dan jika anda belum membaca pengalaman seram sebelumnya ketika aku berangkat kemping silahkan klik Nenek Tua Di Gunung Artapela.

Dan tidak terasa pagi pun datang menjelang. Aku terbangun karena mencium aroma segar alam bukit artapela. Aku dan teman-temanku segera mengabadikan momen-momen indah di spot-spot yang sangat mengagumkan.

Tidak terasa waktu telah menunjukan pukul 9 pagi dan saatnya kami harus turun meninggalkan kenangan untuk kembali pulang.

Awalnya kami berencana untuk pulang melalui jalur ciparay, namun karena salah satu teman kami harus menghadiri suatu acara sehingga kami terpaksa turun melalui jalur kami semalam yaitu jalur pangalengan.

Baca juga:

Keluarga Hantu Di tengah Hutan

Selama perjalanan turun gunung, tak terasa kami menghabiskan waktu lebih banyak karena kegiatan selfie untuk mengabadikan setiap momen kebersamaan kami.

Tiga jam lamanya kami berjalan turun ke kaki bukit. Ketika sampai di kaki bukit ternyata kami tidak menemukan adanya mobil angkutan.

Kami mencoba bertanya pada petani sekitar apakah boleh menumpang ke terminal dengan mobilnya, dan ternyata tidak bisa dengan alasan mobil mereka penuh mengangkut hasil pertanian.

Kemudian kami mengambil keputusan untuk terus berjalan yang ternyata jika dilihat di GPS, dari lokasi kami hingga ke terminal pangalengan sekitar 10 KM.

Kami terus berjalan dan semakin lama semakin lelah, bahkan kakiku pun sudah sulit untuk dilangkahkan.

Entah mengapa tiba-tiba aku memiliki inisiatif untuk mengajak teman-temanku berdoa. Jujur aku merasa sangat tidak nyaman dan merasa ada yang aneh dengan kami kali itu.

Ketika sedang berkumpul untuk berdoa, kejadian aneh mulai terjadi. Kami di kerumuni oleh banyak lalat. Layaknya bangkai, lalat-lalat itu terbang kesana kemari saling bergantian hinggap pada tubuh dan tas kami.

Walaupun ada yang janggal, kami mencoba untuk cuek dan fokus untuk berjalan menuju terminal.

Aku ketika itu sempat berpikir apakah kami diikuti sosok penghuni gunung artapela. Tetapi aku coba positif menghadapi hal ini dan menghilangkan pikiran negatif dalam otakku.

10 menit kami berjalan lamanya, tiba-tiba ada truk besar tanpa muatan sedang melintas di depan kami. Dengan penuh semangat kami berteriak memanggil supirnya agar mau mengangkut kami.

Truk itu berhenti dan asisten supirnya turun dengan menunjukkan bahasa tubuh mau mengangkut kami.

Tapi ketika ia turun, ia terbengong melihat kami yang sedang berlari menuju arah truk itu. tiba-tiba wajahnya berubah menjadi pucat dan segera naik ke dalam truk itu kembali. Dan seketika itu truk melaju meninggalkan kami.

Kami semua terdiam dan merasa putus asa. Kami tidak tahu apa yang terjadi, tetapi hari itu adalah hari yang sangat aneh.

Kami melanjutkan dengan sisa-sisa tenaga dan semangat yang ada. Jalan yang kami lewati sangat sepi dan hanya tampak pipa-pipa besar yang berfungsi untuk saluran magma panas.

Kira-kira kami sudah berjalan sejauh 4 KM, dan dua orang teman wanitaku kebelet ingin buang air kecil. Dan sangat beruntung di depan kami terlihat sebuah rumah kosong tak berpenghuni.

Mereka berdua segera menuju rumah itu untuk pipis. Aku dan teman-teman lain duduk di pinggir jalan dengan putus asa dan bengong seperti kehilangan arah tujuan hidup.

Cerita Hantu Seram Penghuni Villa

“Rumahnya seram banget!” ujar salah satu temanku setelah selesai pipis.

“kenapa memangnya?” tanyaku.

“iya, pintunya kebuka sendiri terus dalam rumahnya gelap banget” jawab temanku itu.

“ayo jalan lagi!” ajakku dengan putus asa dan berusaha mengalihkan pembicaraan horor dari temanku itu.

“Itu ada mobil, coba berhentikan” ujar temanku sambil menunjuk mobil yang datang.

Kami memberikan kode-kode yang berarti ingin menumpang. Mobil itu berhenti sebentar dan supirnya mengatakan kalau ia tidak bisa mengangkut kami.

Kami pun coba berjalan perlahan dengan harapan yang telah hancur.

“Itu ada mobil, coba lagi!” teriak salah satu temanku sambil menunjuk mobil itu.

Ketika mobil itu melintas di depan kami, supirnya memberikan kode bahwa tidak bisa mengangkut kami. Namun setelah berjarak lumayan jauh di depan tiba-tiba ia berhenti dan memanggil kami untuk naik ke mobilnya.

Kami semua sangat senang dan berlari menuju mobil itu sambil teriak-teriak gembira.

Singkat cerita, aku telah sampai di rumahku di kota Bandung yang indah permai. Ketika sampai di rumah tiba-tiba aku drop, badanku langsung panas dan merasa sakit semua.

Malam harinya ibuku memanggil tukang pijat langganan kami. sekedar informasi, tukang pijat ini memiliki kelebihan bisa melihat dan merasakan hal-hal gaib.

“Astaghfirullah!….astaghfirullah!” ujar tukang pijat itu ketika menyentuh badanku.

“Ada apa pak?” tanya ibuku.

“Anak ibu diikuti sosok penghuni gunung. Dia menempel pada badan anak ibu” jawab tukang pijat itu.

“Kok bisa?” tanya ibuku.

“makhluk ini suka dengan mereka, cuma yang paling disukai ya anak ibu ini. Cuma waktu jalan pulang untuk mental mereka kuat-kuat semua jadi sosok ini cuma mengikuti 20 meter di belakang” jawab tukang pijat itu.

Tiba-tiba hidungku berdarah dan tidak sadarkan diri.

Menurut ibuku tukang pijat itu harus mengadakan beberapa ritual untuk menyembuhkanku.

Aku sempat tidak sadarkan diri selama 2 hari. Tukang pijat itu juga membawa temannya untuk membantu menyembuhkanku. Kalau saat itu aku telat dibantu, aku bisa meninggal.

Setelah sadar aku juga harus melakukan beberapa ritual pembersihan dan terapi menghilangkan trauma yang aku alami.

Suka dengan pengalaman seramku? Silahkan klik disini untuk berlangganan dan dapatkan bonus ebook cerita hantu yang lebih mencekam secara gratis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.