Doa pembaca Yang Terkabulkan

Sebelumnya tulisan ini ane tulis di kaskus, dan karena satu dan lain hal ane menuliskan ulang di blog ini. Para pembaca di kaskuser lumayan banyak yang memberi komentar terkait tulisan-tulisan ane.

“Hahaha…kaskuser pada ngedoain ane biar ketemu simerah dan sibuntung. Gak ngefek..udah kebal” ane tertawa geli membaca komentar para kaskuser pecinta thread horor ane yang berdoa dengan khusuk agar ane digangguin lagi. Selama ini ane udh sering ketemu dengan mereka, karena terlalu sering maka melihat mereka muncul pun ane sulit membedakan wajah mereka dengan wajah satpam berkumis di kantor ane yang sering tiba-tiba melapor ke ane karena hal-hal yang menurut ane kurang penting (satpam pencitraan).

Ane percaya kalau kekuatan doa itu benar-benar dasyat efeknya, tapi walaupun doa itu terkabulkan ane tidak merasa takut sedikit pun malah jadi lucu melihat wajah mereka yang aneh (matanya keluar lah, kepalanya buntung dan suka jatuh lah, ya lumayan sih dijadikan bola daripada pake kepala mas edy kan kasian udah botak ntar lecet lagi). Dengan sombong dan tidak memperdulikan doa para kaskuser pecinta thread ane, ane pun berjalan dengan rasa jumawa bak pendekar dari goa belanda menuju cubical tim audit.

“Uda arif…nasi satu pake rendang sama cumi” teriak ane didepan cubical tim audit menggoda arif. ” saya karyawan pak bukan tukang nasi padang” jawab arif dengan logat padangnya. “Arif gak suka jualan makanan, jual diri dia sukanya” sambung mas edy ngeledek arif. “Mulai sudah ini pak edy, otak kumuah..” jawab arif sambil mengacungkan kepalan tinjunya ke mas edy. “Awas pak pendekar silek padang nih” sambung adit memanaskan suasana. Sejenak kami bercanda dan tertawa tiba-tiba rekan ane yang lain bersahut ” ssttt…bos datang”, dengan reflek ane menoleh dan melihat langkah kaki yang menuju ke ruangan ane. “Bagaimana pak edy mengenai penilaian kinerja staf audit, boleh saya minta report nya?” Tanya ane ke mas edy karena bos ane berhenti dan berdiri tepat di belakang ane (ane memainkan jurus pencitraan, tapi beda sama satpam pencitraan yaa). Setelah bos pergi dan menyelesaikan urusannya kami pun tertawa dan ane pun kembali ke cubical ane.

Hari itu ane merasa seperti biasa-biasa saja tidak ada yang aneh maupun janggal, namun saat membuka email di komputer entah kenapa monitor ane tiba-tiba kabur seperti terkena efek sinyal handphone.”ah mungkin terkena sinyal handphone ane” pikir ane saat itu (walaupun posisi handphone ane jauh di belakang karena di cas). Kejadian itu berlangsung cukup lama kemudian normal kembali. Tidak beberapa lama monitor menjadi kabur-kabur lagi seperti terkena efek sinyal telepon, karena ane malas lihat monitor yang seperti itu, ane pun memalingkan pandangan ke atas cubical dan samar-samar seperti transparan tapi masih terlihat bias warna sosoknya, tampak simerah sedang mondar-mandir didepan cubical ane.

“Ngapain sih ni simerah, mau pencitraan juga mondar-mandir disitu” pikir ane sambil cuek memalingkan wajah ke monitor kembali. Dengan seketika layar pun menjadi normal kembali, ane pun fokus penuh konsentrasi melakukan tugas ane dengan semangat dan hati yang riang namun perlahan tapi pasti kepala bagian kanan ane terasa dingin dan tanpa tersadar ternyata bulu kuduk pun berdiri. Entah apa yang terjadi saat itu, ane cuma bisa melihat ke arah ac dan mematikannya. Selang beberapa lama ane mematikan ac tiba-tiba “woii siapa nih yang matikan ac” teriak salah satu rekan. ” kok panas yaa, ada yang matikan ac nih” sahut rekan yang lain. Kebetulan di ruangan ane ac nya kayak di mall gitu, satu ruangan tombol on/off cuma satu dan kebetulan letaknya di cubical ane jadi kalo ane matikan semua ac satu ruangan pasti mati.

Dengan siaga ane mendengar langkah kaki menuju cubical ane dan dengan cekatan ane hidupin lagi ac nya, “ac nya mati ya bos” tanya seorang rekan ke arah ane. “Ahh gak kok, ni tombolnya nyala. Lo gak mandi kali jadi panas” jawab ane. “Ahh sialan lo, gw dah wangi gini” jawab rekan tersebut. “Cuma basahin bulu mata dan bulu ketek doang terus pake parfum bangga lo” jawab ane gak mau kalah. “Kampret lo”sahut rekan itu sambil berlalu. Ane pun fokus melanjutkan pekerjaan ane yang sempat tertunda, namun kepala ane sebelah kanan lagi-lagi terasa dingin dan bulu kuduk hingg bulu ketek pun merinding.

Entah mengapa saat itu jantung ane berdebar dan merasa di sebelah kanan ane ini ada seseorang yang sedang berdiri dan dengan reflek ane menoleh namun tak ada siapapun hanya rekan yang lain sedang sibuk dengan kerjaannya masing-masing (buka fb, nonton film 18- -, dan mewarnai kuku dengan zat warna entah apa itu namanya mungkin pakai cat kiloan yang diwadahi pake wadah tipe-x yang ada kuasnya).

Ane melanjutkan pekerjaan walaupun tetap dingin hingga merinding, tadinya mau ane olesin nih leher pake balsem geliga biar anget namun gak ada yang bawa. Karena lelah menatap monitor, ane pun memalingkan pandangan ke bawah sambil mengucek mata, dan setelah itu ane tetap memandang ke bawah dan jantung ane pun seperti berhenti karena ane terperanjat melihat sosok wanita dangan pandangan melotot walaupun salah satu matanya hampir keluar dengan berdesis “heukhhhh” seperti film zombie. Kemudian sosok itu pun menghilang “mau ngapain simerah dibawah, ngecek kabel gitu” pikir ane saat itu.

Tidak mau ambil pusing ane pun pergi ke toilet. Saat membuka pintu toilet tepat di depan ane berdiri sosok itu kembali. Simerah kali ini tampak berbeda dengan wajah yang putih (pake bedak ward*h mungkin) namun pucat. Tatapannya kali ini lebih ganas dengan melotot penuh dendam. Dia berjalan perlahan ke arah ane dengan tangan yang akan mencekik ane. Karena kaget dan takut mati dicekik ane langsung mundur. Namun karena kaki menjadi lemas gemetaran ane pun terjatuh kebelakang.

Ane segera berdiri dan berlari kembali ke ruangan. Dengan nafas ngos-ngosan ane langsung masuk dan duduk di cubical tim audit. “Mas, gw mau dibunuh sama simerah” jawab ane sambil ngos-ngosan. “Bijimana ceritanya?” Tanya mas edy. “Dia deketin gw sambil menjulurkan tangan mau nyekik gitu” jawab ane ketakutan. ” ah itu bukan mau nyekik tapi mau pijat lo. Harusnya lo balik badan biar langsung dipijat sama dia” jawab mas edy sambil cengengesan. Ane langsung bengong “iya juga yaa. Kebetulan badan lg gak enak. Kayaknya simerah tau jadi dia mau pijatin gw” pikir ane seolah-olah percaya dengan perkataan mas edy.

Ane pun menjadi tenang dan tidak takut lagi sehingga bisa melanjutkan bekerja. Waktu pun menunjukan hampir pukul 5 mendekati waktu pulang. Ane pun segera berdiri dan menuju ruangan manager finance untuk suatu keperluan. Dalam perjalanan ane melihat sekeliling entah kenapa ane melihat sosok yang keluar dari lorong toilet. Ane terpaku melihat sosok itu yang berdiri tegap dengan atasan yang botak. Dan tiba-tiba “mana bro?” tanya sosok itu yang ternyata adalah mas edy. “Ke ruangan finance” jawab ane. “Belum sempat ane pamitan berpisah dengan mas edy. Tiba-tiba kami dikagetkan oleh munculnya kepala wanita berambut panjang. Muncul di ujung sebelah lorong yang merupakan ruang kaca untuk kegiatan rapat. Dari ruangan kaca itu muncul kepala sosok perempuan yang wajahnya gak asing.

Ane tidak ada ketakutan sama sekali waktu itu karena ane kenal kalo itu sosok simerah. Namun ane dan mas edy pun seketika itu menjdi pucat dengan mental yang menciut. Ane melihat kepala itu keluar menembus kaca dan melayang namun tanpa badan. Hanya berupa kepala dengan organ dalamnya. Mas edy diam seribu bahasa dan kakinya gemetar. Begitu juga ane lemas dan berasa keringat dingin dan jantung yang berdebar ketakutan. Pandangan sosok simerah kala itu penuh dendam dan dengan sosok yang berbeda.

Ane kira cuma power ranger yang bisa berubah ternyata simerah juga bisa. Ane dan mas edy pun segera berlari ke ruangan. Ane langsung beres-beres dan pulang bersama dengan rekan lainnya yang ternyata juga disusul oleh mas edy dan staf. Entah mengapa simerah berubah seperti itu. Mas edy juga menjadi shock karena sosok simerah yang berubah menjadi menyeramkan. Ia menjadi sosok kuyang seperti sosok yang pernah dilihat oleh mas edy di kalimantan. Ane juga sangat shock karena tiba-tiba teringat doa para kaskuser yang ternyata sangat manjur. Terlepas dari kejadian itu karena doa para kaskuser atau pun tidak. Sosok simerah waktu itu sangat sungguh menyeramkan dari biasanya yang unyu-unyu. Sampai saat ini kami masih sedikit shock dan berharap simerah tetap menjadi seperti sebelumnya.

KASKUS
Seperti ini kira-kira sosok kuyang itu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.