Gara-Gara Diganggu Hantu Pocong 2

Aku harus terpaksa membuat cerita ini bersambung karena sedikitnya waktu luang untuk menulis dan banyaknya cerita yang ingin aku bagikan. Cerita Gara-Gara Diganggu Hantu Pocong 2 ini merupakan kelanjutan cerita yang aku tulis sebelumnya, silahkan klik Gara-Gara Diganggu Hantu Pocong bagi yang belum membacanya. Oke kita langsung saja…

Ketika kami memasuki rumah tersebut, wajah pak robert memang sedikit berubah menjadi gelisah. Kami tidak menyadari itu dan pikir kami saat itu ia kaget karena kondisi rumah tempat kami menginap seperti itu. Dan sebelum masuk mas edy sedikit menoelku dan berbisik “di sini sedikit berbeda, hati-hati ya”. Aku saat itu belum mengerti apa yang dimaksud mas edy, karena aku yakin kami pasti bisa melewatinya seperti di tempat-tempat sebelumnya.

Setelah memindahkan kasur dan menggelarnya ke ruang tengah, kami semua langsung berbaringan tanpa mandi ataupun cuci muka dahulu. Memang perjalanan ini cukup jauh dan sangat melelahkan bagi kami. Tak lama kami sedang tidur-tiduran dengan hening tanpa ada pembicaraan diantara kami, tiba-tiba terdengar suara “ngroookk…ngroookk” dari tenggorokan mas edy yang sudah melakukan ritualnya yaitu mengorok.

“ngroook…brrrrr…ngrooook…brrrr” suara mas edy sedang mengorok sambil dijahilin oleh arif karena hidungnya mas edy ditutup. Kami yang melihat tingkah arif seperti itu pun tertawa cekikikan. “kok bau tanah lembab terus sedikit ada bau-bau bangkenya ya” kata adit tiba-tiba. “Sstt…jangan asal ngomong. Inikan  rumah baru jadi memang masih lembab” sambung arif.

“iya beneran, coba kamu hirup dalam-dalam” pinta adit. Aku dan arif pun menuruti adit, “bener ih bau bangke” ujar arif. “iya sih tapi masih samar-samar” sambungku. “Udah gak apa-apa pak, paling bau binatang mati di sekitar sini” kata pak robert menjelaskan (mungkin untuk menenangkan kami).

Kami pun berusaha cuek dan mencoba untuk tidur karena esok ada pekerjaan yang cukup lebih melelahkan. Tak lama setelah itu kami semua tertidur lelap dengan harapan bisa mengumpulkan tenaga untuk pekerjaan esok.

Aku tidak tahu berapa lama aku tertidur, dan aku terbangun karena mencium bau bangke yang cukup menyengat. Kebetulan aku juga kebelet pipis sehingga aku bangun dan ingin ke toilet.

Ketika aku bangun dan membuka mata, aku sangat kaget sekali karena diantara kami dan tepatnya disamping adit ada pocong yang sedang tergeletak. Dan posisi pocong itu sedang dipeluk oleh adit. Jantungku berdegup kencang sekali melihat sosok pocong itu dengan balutan kain putih yang kotor karena tanah.

gara-gara diganggu hantu pocong 2

Aku ingin sekali berteriak tetapi bibirku seperti terkunci sangat rapat. Dan aku mencium satu ruangan itu bau bangke yang sangat menyengat. Karena ketakutan sekali, aku pun tidur kembali sambil memeluk arif yang kebetulan tidur di sampingku.

Tak terasa pagi menjelang, kami pun bangun satu persatu, dan aku bangun dengan kaget penuh ketakutan. “kenapa pak?” tanya arif yang baru bangun dan terlihat banyak belek/tai mata di matanya. Tanpa banyak bicara aku segera lari ke toilet karena benar-benar kebelet.

Setelah selesai dan merasa lega, aku berkumpul dengan mereka di ruang tengah sambil menunggu makanan yang akan dikirim oleh para istri pekerja dilokasi itu yang diminta memasak untuk kami. “Tadi malam kok bau bangkainya menyengat banget ya” ujar adit. “iya benar, baunya jadi pengen muntah” sambung arif. Aku pun masih terdiam dan agak shock karena kejadian tadi malam.

“aku mau mandi dulu, tapi banyak lintahnya gak ya?” tanya arif. Uuhh..di sini lintahnya segede ini rif” jawab mas edy sambil menunjukkan besar lengannya. “Masa??” tanya arif dengan kaget. “hahahahaha” kami semua tertawa terbaha-bahak. Arif memang sedikit trauma kalau mandi di tengah hutan seperti ini karena ia pernah mengalami peristiwa lucu yang tidak disangka-sangka. Silahkan klik perjalanan dinas 3 untuk membaca cerita kenapa arif bisa trauma.

Ketika sedang siap-siap, pak robert menghampiriku dan bertanya “tadi malam udah lihat ya pak?”. “Emmm..iya saya kaget sekali” Jawabku. “Iya, dia penunggu di sini” jawab pak robert. Aku menjawab ucapannya dengan senyuman.

Setelah selesai bersiap-siap kami semua berangkat ke lokasi tempat kami akan menyelesaikan proyek kami. saat perjalanan, ternyata adit masih penasaran dengan bau bangke semalam. “Kok semalam tambah menyengat ya bau bangekenya?” tanya arif. “Hahahahaha” aku pun tertawa paling keras, “tahu gak? Semalam lu tidur sambil meluk pocong. Gimana gak bau menyengat orang pocongnya tepat di samping idung lu” ujarku yang sudah tidak takut lagi. “Hahahaha” semua tertawa kecuali adit”.

“ah yang bener pak?” tanya adit penasaran. “beneran, tadi malam gue yang kebelet aja gak jadi ke toilet karena ketakutan. Pas gue bangun, gue lihat lu lagi meluk tu pocong” jawabku. “ah lu gak lihat aja broo, tu pas lu tidur dia cipok-cipok tu pocong” sambung mas edy.

“pantes aja, semalam kok ada suara-suara gitu. Aduuh enak terus-terus, yes no” ujar arif. “ah kalau itu lu lagi di tusbol (tusuk bool) sama pak robert” sambung mas edy. “Hahahaha” kami semua tertawa terbahak-bahak.

“Maaf ya pak robert, ini bos saya memang kayak gini orangnya, agak gila dia” ujar arif. “Hehe..gak apa-apa kok pak, santai aja” jawab pak robert. “ngomong-ngomong itu beneran pak, adit meluk pocong?” tanya arif penasaran. “beneran, kalau gak percaya ya lihat aja nanti malam” jawabku.

“Penunggu di rumah itu memang pocong” ujar mas edy. “iya pak betul, bau bangke itu juga dari mahkluk itu” sambung pak robert. Arif dan adit pun terdiam seperti ketakutan. “Bisa pindah gak pak nanti malam tidurnya jangan di rumah itu?” tanya adit sedikit memelas. “Bisa, lu tidur aja tuh di atas pohon belakang rumah sana” jawab mas edy.

“Cuma rumah itu yang kosong dan bisa kita tempatin dit, kecuali lo mau tidur di hutan sama pocong-pocong yang lain” jawabku. Arif dan adit tampak diam merenung karena bingung harus bagaimana lagi.

Kira-kira jam 4 sore kami kembali ke rumah tempat kami bekerja dan setelah mengantar kami, pak robert pamit untuk pulang ke rumahnya. Kira-kira satu jam lamanya dari tempat kami dan esok pagi ia akan menjemput kami kembali.

Bersambung Gara-Gara Diganggu Hantu Pocong 3

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.