Gara-gara Diganggu Hantu Pocong

Sebagai pemilik dan penulis blog ini, sudah sangat lama aku tidak update pengalaman pribadiku. Mohon maaf dan harap maklum karena akhir-akhir ini aku kesulitan menulis cerita karena sibuk dengan proyek baru. Kali ini aku ingin bercerita pengalaman saat sedang dinas di kalimantan yang aku beri judul gara-gara diganggu hantu pocong.

Mengapa harus diberi judul gara-gara diganggu hantu pocong? Ya, karena kami (aku, mas edy, arif, dan adit) mengalami hal yang sangat luar biasa atau nano-nano karena diganggu oleh sosok berbalut kain putih seperti kue lemper tapi makyusss seremnya. Bagaimana ceritanya? Yuk kita simak…

Beberapa minggu yang lalu kami berempat harus berangkat ke kalimantan karena ada sebuah proyek kerjaan dari bos besar. Sebenarnya sih sudah cukup bosan kami pulang pergi Jakarta-Kalimantan, tapi bagaimana lagi namanya juga perintah.

Singkat cerita kami berempat telah sampai di kalimantan dan dalam perjalanan menuju tempat kami menginap. Kebetulan saat ini kami tidak menginap di asrama yang biasa tempat kami menginap tetapi di asrama baru yang lokasinya lebih jauh lagi.

Saat perjalanan kami sudah merasa sangat sangat-sangat enggan untuk menuju ke lokasi karena sangat jauh dan minim fasilitas. Ditambah celotehan adit yang bawel karena tahu lokasi kami menginap sangat minim fasilitas membuat kami ingin berhenti di tengah jalan dan menendangnya keluar mobil. Ya inilah derita bekerja untuk orang lain, suka atau gak ya harus suka.

Waktu telah menunjukkan pukul 20.20 dan kami masih jauh dari lokasi, sekitar 2-3 jam lagi tergantung kondisi jalanan. Sesaat kami melewati pohon-pohon besar dan sesaat kemudian kami menemukan hamparan hutan yang telah dibabat habis. Disela-sela perjalanan banyak sekali hal-hal yang membuat kami bengong (antara merinding dan bosan) melihat hal-hal aneh atau gaib.

Bagaimana tidak bengong, yang namanya kuntilanak, pocong, genderuwo, tuyul, bahkan siluman yang berbadan manusia tapi wajah binatang sudah sering menghampiri kami. jadi jika melihat makhluk-makhluk seperti itu diperjalanan saat ini kami sudah tidak perlu berteriak-teriak lebay lagi.

Terkadang mereka menampakan diri dengan berdiri di samping pohon besar sambil melambai-lambai bahkan ada yang menampakan diri sedang gantung diri. Dan kemaren saat di perjalanan ada juga yang muncul di samping mobil yang sedang berjalan. Entah dia naik sepatu roda atau sepeda kami tidak tahu.

Kebetulan arif yang melihatnya, saat sedang melamun sambil menyandarkan kepala ke kaca dan pandangan ke arah luar (arif duduk di belakang) tiba-tiba muncul sosok kuntilanak di depan kaca dan terus mengikuti mobil yang sedang berjalan. Memang agak so sweet banget sih, saling tatap-tatapan dan didukung dengan suasana yang remang-remang plus gerimis kecil. Untung saja saat itu arif masih bisa mengontrol diri, kalau tidak ya bisa jadi korban keganasan pria oleh arif (hahaha).

Dan ada satu hal yang membuat kami semua tertawa terbahak-bahak adalah ketika sedang dalam perjalanan, mobil sempat akan terbalik karena menabrak batangan kayu karena menghindari lubang. Namun untung kami menggunakan mobil pajero sehingga mobil masih bisa terkendali. Saat badan terombang-ambing, tiba-tiba di tengah kami muncul penampakan anak kecil yang kepalanya botak.

“Pak edy ngapain disitu? tanya adit yang menyangka itu adalah pak edy. “Hus..huss..”usir pak robert yang kebetulan bisa mengusir dan menjadi driver kami dan anak kecil itu langsung pergi seketika. “Itu TUYUL ya pak?” tanya arif sambil melototin mas edy. “iya” jawab mas edy dengan muka agak kesal. “tuh kan pak, pak edy ngambek gara-gara disamain dengan tuyul” ujar pak robert.

“ya abis kepalanya botak, kirain pak edy” jawab adit. “memang sama sih botaknya” sambung arif. “jangan-jangan waktu kecil dulu pak edy seperti tuyul itu ya” jawab adit dengan polos. “Pak robert berhenti dulu, tinggal aja nih adit disini biar tidur bareng sama tuyul-tuyul itu” ujar mas edy dengan ketus. “Hahahahaha..” serentak kami semua tertawa terbahak-bahak malam itu.

Kira-kira pukul 23.40 kami sampai di lokasi tempat kami menginap. Kami semua cuma bisa diam melihat tempat kami menginap itu. Rumah kecil seperti belum selesai dibangun karena masih terlihat batu-batanya yang membentuk dinding rumah tersebut. Dan kebetulan tidak ada yang menyambut kami karena sudah pada tidur dan jarak rumah pekerja sekitar 200 meter dari tempat kami menginap.

Dan lebih sadisnya rumah tersebut hanya memiliki 3 lampu untuk meneranginya yaitu teras depan, ruang tengah serta dapur dan itu pun hanya bohlam 5 watt. Rumah itu hanya ada 1 kamar yang gelap gulita tanpa lampu. Rumah itu sebenarnya untuk pekerja di lokasi itu dan baru selesai dibangun 2 hari yang lalu sehingga kelistrikannya belum di pasang semua.

Untung masih ada tempat untuk mengecas laptop dan handphone kami walaupun sinyalnya sangat susah sekali. Saat masuk ke dalam rumah itu, hawa yang kami rasakan pun semakin mencekam dan ditambah lingkungan sekeliling adalah hutan belantara membuat suasana rumah tersebut sangat menakutkan. “Jangan sampai…jangan sampai..” ujar arif yang sudah ketakutan.

Kami bukan takut bertemu hal-hal gaib, tetapi suasana rumah itu memang sangat mencekam (sulit digambarkan dengan kata-kata). Dan ditambah rumah tersebut agak lembab, mungkin karena semen untuk membangun rumah itu masih basah.

Malam itu kami semua tidur di ruang tengah, karena di kamar sangat gelap. Kami berempat di tambah pak robert tidur di ruang tengah beralaskan kasur yang kami tarik dari kamar. Namun entah mengapa saat itu pak robert tidak banyak bicara dan tampak wajahnya sangat gelisah, dan kegelisahan itu terbukti bahwa kami tidak berlima di rumah itu.

Hal-hal aneh mulai terjadi ketika kami akan tidur, seketika tubuhku menjadi sangat merinding dan ternyata …. Bersambung Gara-Gara Diganggu Hantu Pocong 2

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.