Hantu Korban Kecelakaan Kerja

Berbicara tentang hantu korban kecelakaan, mungkin terlalu banyak cerita yang beredar di masyarakat. Kali ini aku akan menceritakan sedikit pengalaman yang aku alami saat melakukan perjalanan dinas kemarin.

Waktu itu aku dan mas edy mendapat tugas ke kalimantan untuk menangani masalah kerjaan. Dua hari kami telah berada di sana, situasi sangat kondusif dan tidak ada hal-hal aneh yang berarti. Memang waktu itu kami berdua sangat sibuk dan sedikit sekali memiliki waktu untuk bersantai. Bahkan ketika di mess tempat kami menginap, sebelum tidur kami masih tetap bekerja dengan laptop kami.

Karena terlalu sibuk dan fokus pada tugas kami, mungkin segala macam gangguan ataupun hal-hal yang berbau mistis terabaikan oleh kami. Mas edy yang biasanya sering bercanda pun kala itu hanya diam dengan wajah penuh konsentrasi.

Pada hari ketiga, kami harus turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan observasi. Ketika telah sampai di lapangan, kami sempat di sambut oleh beberapa pegawai yang kebetulan sedang di lapangan. Mereka sempat menyalami kami dan sedikit candaan.

Saat itu ada seorang ibu-ibu yang kebetulan sedang hamil muda datang menghampiri kami. “Pak, saya mau ijin sama suami saya sebentar mau periksa ke klinik” ujar ibu itu. “Mau cek kandungan ya bu?” tanya mas edi. “iya pak, minggu kemarin udah janji sama dokternya” jawab ibu itu. “ oh iya silahkan bu, hati-hati di jalan” ujarku.

Ibu itu pun pergi bersama suaminya menggunakan motor. Ketika ibu itu akan naik ke motor yang dikemudikan oleh suaminya, aku melihat sesuatu yang tidak safety. Suami itu membawa galah yang di ujungnya terdapat pisau yang sangat tajam dan bentuknya bengkok. Galah itu biasanya dipakai untuk memotong ranting atau dahan pohon yang tinggi dan biasanya di gunakan untuk memetik buah kelapa.

“Pak, pak, tunggu” seketika aku langsung memanggilnya. “iya pak ada apa?” tanya suaminya. “Itu alatnya di simpan dulu aja, bahaya” pintaku. “Sekalian saya mau bawa pak, soalnya mau dipinjam sama teman di kebun sana.” Jawab bapak itu. “Tapi ini tajam pak, bahaya ini” ujar mas edy. Galah itu di simpan di leher bapak dan ibu itu, gagang bawah di depan sedangkan pisaunya berada di belakang dekat ibunya. Dengan posisi itu aku pun jadi tidak nyaman melihatnya karena memang bisa berbahaya.

“Gak apa-apa pak, sudah biasa kok” jawab ibu itu. “gak apa-apa karena belum kejadian” ujar mas edy. “kebunnya juga deket kok pak di depan” jawab bapak itu. “Ya sudah hati-hati aja pak jangan ngebut” jawabku sambil membiarkan mereka pergi.

Kami pun melanjutkan kegiatan kami di lapangan. Kira-kira setengah jam berlalu tiba tiba ada seorang pegawai berlari ke arah kami dengan bajunya yang berlumuran darah. “tolooong…pak tolooong” teriak pegawai itu. kami pun menghampirinya, “ada apa?” tanya salah satu pegawai. “Anu..Istri Pak A jatuh di sana.” Jawab pegawai itu. Pak A adalah orang yang tadi pamitan pergi bersama istrinya untuk ke klinik.

Dengan segera kami menuju TKP, dan sungguh terkejut kami melihat istri pak A sudah tergeletak di jalanan dengan berlumuran darah. Lehernya hampir terputus seperti terkena sabetan benda tajam. Menurut saksi yang ada di TKP, Pak A ingin berbelok ke dalam kebun untuk memberikan galah yang di bawanya. Namun ketika berbelok motornya tidak terkendali karena melewati parit kecil dan saat kemudi motor itu berbelok. Secara otomatis galah itu tertarik ke depan dan tidak sengaja mengenai leher istrinya.

Singkat cerita, kami telah mengurusnya dan segera melarikannya ke klinik. Namun nyawa ibu itu sudah tidak bisa tertolong lagi. Setelah semuanya dapat di handle oleh yang lain, aku dan mas edy pun kembali ke mess. Seperti biasa sebelum tidur kami masih berjibaku dengan laptop kami masing-masing. “kok ada bau amis ya?” tanya mas edy. “Itu hidung terlalu dekat dengan mulut kali mas” jawabku dengan enteng. “wah wah, pelecehan seksual lo” jawab mas edy. Aku pun Cuma cengengesan mendengar ujarannya. Dan memang sedikit-sedikit saya mencium bau amis di dalam ruangan mess kami.

Setelah kira-kira cukup lelah kami pun beranjak tidur. Seperti biasa kami tidur dengan nyaman seperti biasa. Saat tertidur, aku bermimpi sedang berada di sebuah kebun, aku berjalan mencari-cari jalan keluar dan tidak sengaja melihat ada seorang pegawai. “Bu mau tanya…” sapaku. Ibu itu menoleh dan aku seketika itu sangat shock karena melihat kepalanya yang menggantung di tubuhnya karena lehernya hampir putus.

Aku pun tersentak dari tidurku dan apakah kebetulan atau apa pun, mas edy pun tersentak juga dari tidurnya. Wajah kami sangat ketakutan saat itu (kami berdua mimpi buruk dengan isi yang sama) dan kami semakin terkejut melihat sesuatu di depan kami. di depan kami berdiri sosok perempuan yang ada sama persis dengan mimpi kami. Sosok itu ternyata adalah ibu hamil yang meninggal tadi siang.

“Pak maaf ya saya tidak kembali kerja lagi tadi” ujar sosok itu. kami cuma terdiam shock melihat tubuhnya yang berlumuran darah yang menetes dari lehernya. Saya sulit menuliskannya dengan kata-kata apa yang sedang kami alami saat itu. sosok itu kemudian berbalik dan berjalan ke dalam kamar mandi dan menghilang. Dengan badan yang gemetar, aku perlahan menarik selimut yang diikuti oleh mas edy dan mencoba untuk tidur kembali.

Malam itu kami tidur dengan penuh ketakutan dan antara aku dan mas edy pun tidak ada komunikasi setelah didatangi sosok itu. dan keesokan harinya kami pun berangkat ke kantor tanpa membicarakan apa yang kami lihat semalam. Kami masih shock dan benar-benar takut sekali di datangi oleh hantu korban kecelakaan kerja. Semoga amal dan ibadahnya Ibu itu diterima disisi-Nya.

3 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.