Kesurupan Di Sekolah Hantu

Hallo saya zainal, pengalaman saya kali ini tentang kesurupan di sekolah hantu yang terjadi waktu saya di bangku kelas 2 SMP.

Kebetulan letak sekolah saya tersebut berada jauh di ujung kampung, dan di sekeliling sekolah adalah hutan.

Di sekolah saya tersebut memiliki mitos dan aturan yang sangat ketat terhadap hal-hal yang berbau mistis seperti tidak boleh main perahu kertas di kolam sekolah, membawa bunga atau wangi-wangian kesekolah, memukul mukul pohon, mengobrol di wc, dan berlari larian di teras sekolah.

Tetapi yang bikin seramnya lagi semua siswa juga dilarang untuk mengetuk pintu yang berwarna kuning di dalam wc putra, konon katanya kalo ada siswa yang mengetuk pintu tersebut bakal terjadi kesurupan massal di sekolah.

Saat itu dua teman kelasku merasa tidak percaya akan hal itu (maklum mereka termasuk anak yang bandel di sekolah).

Dua temanku itu bernama, Andi dan Aldi. Saat itu aku mendengar pembicaraan mereka yang berniat untuk membuka pintu kuning tersebut.

Baca juga:

Akibat Sering Menulis Cerita Hantu

Saat jam istirahat tiba mereka segera melancarkan aksinya untuk mengetuk wc tersebut.

Dan mitos itu terbukti, setelah beberapa lama mereka di dalam wc terdengar satu persatu siswi sekolahku berteriak histeris dan berlarian keluar kelas.

Hampir semua kelas terdengar suara teriakan kalau dihitung-hitung mungkin sekitar 16 sampai 17 siswi yang kesurupan.

Dari semua kelas, kelas kami yang paling banyak kesurupan yaitu ada 7 siswi. andi dan aldi juga semenjak dari wc itu tidak kelihatan lagi.

Kata temenku mereka pulang karena takut. Kira-kira hampir 2 jam kami membantu untuk memegangi siswi yang kesurupan. Setiap siswi yang kesurupan dipegangi oleh 5 orang dan aku saat itu memegangi temanku yang kesurupan yang bernama ifit.

Si ifit ini tenaganya sangat kuat, dari semua siswi yang kesurupan cuma ifit yang paling banyak di pegangi karena kata salah satu guru kami makhluk yang merasuki ifit adalah laki laki.

Satu persatu siswi dibawa kedalam kantor dan disitu siswi yang kesurupan dibagi tempat meletakkannya, ada yang di ruang guru, ada yang diruang kepala sekolah ada yang di ruang tata usaha dan ada di ruang tamu.

Semua siswa yang tidak kesurupan di suruh berkumpul di lapangan deket kantor dan berpegangan serta membaca doa-doa,.

Semua siswa yang kesurupan satu persatu di azankan oleh bapak kepsek kami sampai tidak memberontak lagi.

Semua siswi yang keserupan sudah mulai tenang, kecuali ifit. Ifit terus mengamuk dan memukul mukulkan kepalanya kelantai. kami yang memeganginya sangat kewalahan.

Aku bagian memegangi tangan kirinya merasa sangat lelah dan juga tanganku sampai luka karena cengkramannya yang sangat kuat.

Pengalaman Insidious

Bapak kepsek kami juga sangat kewalahan sampai beliau meminta bantuan orang alim (ustad).

Kami yang memeganginya secara bergantian untuk menghemat tenaga kami. saat itu orang yang memegangi ifit sekitar 10 orang, dan secara bergantian memeganginya.

Setelah sekian lama akhirnya ifit pun berhasil di tenangkan dan langsung dilarikan kerumah sakit karena badannya sangt lemas dan belum sadarkan diri.

kejadian tersebut selalu terjadi hampir setiap bulan, dan karena itu sekolah kami disebut sekolah paling berhantu di kampung kami.

Terakhir yang ku ingat dari sekolah smpku terebut adalah saat kesurupan waktu acara kelulusan kami. Saat itu banyak siswi yang kesurupan.

Dan dari itu juga aku takut untuk kembali ke sekolah tersebut. Terimakasih sudah membaca cerita pengalaman seramku waktu smp.

N.B : Pengalaman seram tentang kesurupan di sekolah hantu ini dikirim oleh Zainal. Jika ingin berbagi pengalaman seram dalam hidup anda, silahkan kirim cerita anda melalui form kirim cerita.

Suka dengan cerita seram tentang kesurupan di sekolah hantu di blog ini?

Silahkan klik disini untuk berlangganan dan dapatkan bonus ebook cerita hantu yang lebih mencekam secara gratis.

2 comments

  1. Nama sekolah sengaja tidak kami sebutkan/samarkan untuk menjaga nama baik institusi tersebut. Mohon dimaklumi. Tks.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.