Lagi Lagi Simerah

Hari ini terasa sangat malas untuk melakukan sesuatu dan entah mengapa ane menjadi sedikit sensitif. Ane telah berubah menjadi mahluk yang sangat menyeramkan. apakah ini yang namanya PMS? Tapi ane kan lelaki. Ketika interview dengan ane, semua kandidat tidak ada yang lolos, karena ane melihat mereka semua kurang berkualitas dan hanya berbual. Ane kurang tahu mengapa ane jadi aneh seperti ini. Bahkan ane sempat marah-marah pada salah satu manager di kalimantan melalui telepon karena urusan pekerjaan. Hari ini memang sangat menjenuhkan.

Daripada ane kesal sendiri gak jelas, ane pun melangkahkan kaki menuju cubical audit. Ane kesana dengan tujuan yang tak lain dan tak bukan adalah untuk mengganggu arif dan adit. “uda..nasi rendang ciek” teriak ane. “waduh gak bisa nih bapak lihat saya senang” jawab arif dengan wajah cemberut. “dit tolong tenangkan istrimu dit” kata ane ke adit. “sudah cerai kami pak” jawab adit sambil pura-pura serius melihat laptop. “gayamu dit” kata mas edy sambil mengusap wajah adit dengan tangannya. “sebentar lagi paling ini orang berdua ijin ke toilet” kata mas edy ke ane. “hahaha..ngapain mereka mas?” tanya ane. “ya biasalah ngasah pedang”jawab mas edy sambil cengengesan. “mulai nih pak edy, otak kumuah” kata arif. “mulai nih mancing-mancing pak edy” kata adit.

“eh mas kemaren saya lihat cewek cantik duduk di deket mesin photocopy (baca : Part 20 – Siapa wanita itu?) tapi setelah saya kembali langsung gak ada.” tanya ane. “waduh gak tau ya, biasanya yang sering mojok disitu arif sama adit kalau di toilet penuh” jawab mas edy. “hati-hati pak, disini banyak kamuflase. Awalnya cantik setelah didekatin eh berubah wujud dan matanya complok satu (simerah). “hahaha, arif sudah mengenal simerah lebih dalam” kata adit sambil tertawa bersama kami. “Disini semua setannya pasti ada bagian yang bisa lepas, ya simerah lah, ya sibuntung lah. Setan yang aneh” kata adit. “wuss, hati-hati mereka dengar lo” kata arif. Ane dan mas Cuma cengengesan melihat mereka berdua sibuk mengurus simerah dan sibuntung.

Tak terasa ane pun tertidur karena mendengar ocehan mereka berdua, ane tertidur di kursi dengan kepala mengadah ke atas. Sangat jarang bisa tidur siang di kantor tanpa ketahuan bos. Kebetulan ane tidur di kursi paling belakang dekat tembok. Entah berapa lama ane tertidur, namun sedang nyenyak tidur ane merasa seperti ada yang memperhatikan ane. Dan secara perlahan ane membuka mata, betapa shock dan pucatnya wajah ane. Ane yang baru bangun tidur tiba-tiba melihat wajah yang pucat dengan salah satu matanya hampir keluar. Ia menatap ane kira-kira jaraknya 1 jengkal.

Saat itu seluruh badan ane tidak bisa di gerakkan, mulut ane seperti terkunci dan tidak bisa berteriak. Wajah ane mengeluarkan keringat dingin karena ketakutan Dengan pasrah ane menatap wajah mahluk yang sangat menyeramkan jika dilihat sangat dekat. Perlahan mahluk itu merangkak mundur ke atas. Ane melihat ia merangkat ditembok hingga sampai ke langit-langit dengan tatapan tetap tertuju pada ane. Seketika ane merasa badan bisa digerakan, dan ane segera bangun dari kursi. Sangat mengagetkan juga bahwa tidak ada satu orang pun di cubical. Ane melihat ke atas mahluk itu telah menghilang.

mahluk yang sangat menyeramkan

“Ada apa bro?” kata mas edy yang datang bersama adit dan arif sambil cengengesan. “simerah mas, baru buka mata tiba-tiba udah ada di depan wajah” jawab ane. “lo sih, orang kerja lo tidur” jawab mas edy nyindir. “makan gaji buta sih bapak ni, jadi di gangguin sama simerah” kata arif. “hahahaha” mereka semua tertawa meledek ane.

“padahal tadi kesempatan yang ditunggu-tunggu sama simerah loh, berduaan gitu. Pas kalian bertatap muka gitu harusnya lo pegang kepalanya terus lo cium gitu simerah” kata mas edy. Serentak merak semua tertawa lagi. “iya itu kesempatan yang jarang loh pak” kata arif. “kalau lo gak tau caranya, coba tanya arif tuh. Gimana rif coba praktekkan cara ciuman lo sama adit di toilet” kata mas edy sambil cengengesan. “bapak itu biasanya ngelakuin gitu sama pak yayat di pantry” jawab arif tidak mau kalah. “Asem kalian semua, malah ngeledekin. Tunggu aja giliran kalian ntar di gangguin simerah” jawab ane dengan muka kecut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.