Mimpi Buruk

Entah mimpi buruk atau apa pun itu. Ane saat itu berdiri di ruangan tangga darurat kantor. Seketika menatap ke bawah terdapat beberapa anak tangga. Ketika Ane melangkahkan kaki turun ke anak tangga pertama. Kulit ane merasakan suhu yang terasa dingin dan bulu kuduk mulai merinding. Kemudian ane melangkahkan kaki kembali ke anak tangga kedua dibawahnya. Kulit ane merasakan lebih dingin dan bulu kuduk semakin merinding. Dengan perasaan yang ragu, ane pun melangkah turun ke anak tangga berikutnya. Suhu terasa semakin lebih dingin dan bulu kuduk semakin lebih merinding. Cahaya ruangan semakin meredup. Setiap ane melangkah ke bawah badan ane merasakan suhu yang semakin lebih dingin dan membuat bulu kuduk pun semakin merinding. Cahaya ruangan berubah menjadi semakin gelap.

Ketika sampai di anak tangga yang paling bawah, terdengar suara pintu darurat terbuka “kleek..ngeeeekkk”. Ane menoleh ke arah pintu di sebelah kanan, namun tidak ada seorang pun di balik pintu itu. Cahaya saat itu telah menjadi gelap dan hanya mendapat cahaya sedikit dari arah pintu darurat. Ane kembali fokus melangkah lagi, namun dari pojok kiri tampak berdiri seseorang. Ane coba memperhatikan sosok itu dalam gelap. Kemudian dengan gerakan kilat, sosok itu telah berdiri di depan ane. Kedua tangannya memegang pundak ane. Matanya yang berwarna putih menatap tajam ke dalam mata ane. Kami bertatapan dalam jarak satu jengkal. Raut wajahnya yang pucat dan tanpa ekspresi. Dalam keheningan tiba-tiba ia berteriak “aaaaaaaarrkkhhh”.

Ane tersentak dan langsung terbangun dari tidur. Ane mengalami mimpi buruk yang sangat menyeramkan. Dengan badan yang berkeringat dan wajah ketakutan, ane terdiam sejenak. Ane pun melihat jam telah menunjukan pukul 06.50, bergegas ane berdiri dan mandi. Setelah mandi ane pun berangkat ke kantor yang jaraknya lumayan karena ane berjalan kaki. Setelah sampai di kantor, seperti biasa ane menyapa para karyawan yang telah datang duluan. Hari itu tampak berjalan seperti biasa.

Ane coba berkonsultasi dengan mas edy mengenai mimpi ane. “Jadi apa arti mimpi itu mas? Tanya ane. “Sebentar gue terawang dulu” jawab mas edy sambil komat-kamit dan tangannya bergerak-gerak. Ane sangat serius memperhatikan mas edy saat itu. Kebetulan arif dan adit duduk juga di sampingnya memperhatikan dengan serius. Tangan mas edy yang bergerak-gerak seperti dukun tiba-tiba berhenti di kepala arif dan menjambak rambutnya. “Aduuh..pak. Jadi berantakan ini rambut saya. Susah ini sisirnya harus pake pomade” kata arif sambil merapikan rambutnya. “Ssstt… bersisik” jawab mas edy. “Arti dari mimpi itu, sepertinya lo lagi tidur waktu mimpiinnya” kata mas edy. “Iyalah pak masa sambil cebok” jawab adit. “Ada lagi, itu pertanda sabtu dan minggu kita libur” kata mas edy. “Bapak mau saya kerok kepala botak bapak itu pake sisir kutu?” kata arif sambil emosi.

“Tapi saatu hal yang pasti dari mimpi buruk lo itu. Gue gak tau artinya apa” jawab mas edy dengan wajah serius sambil ngangguk-angguk. “Beuh kirain ngerti, gayanya udah kaya dukun eh ternyata cabul” jawab ane dengan wajah kecut. “Harus di ruqiyah nih pak edy biar tumbuh rambutnya” sambung arif juga dengan emosi. “Ini kepala profesor, jadi jangan gegabah ya kalian” jawab mas edy sambil mengusap kepalanya. “Profesor botak” jawab adit. Serentak Kami pun tertawa bersama.

Ane pun kembali melanjutkan pekerjaan di cubical ane. Ketika sedang sibuk dengan berbagai data, tiba-tiba telepon berdering “kriiing..kriing”. “Siapa lagi ini ganggu aja” gumam ane. “Halo” kata ane. “Iya pak, saya segera ke sana” jawab ane. Ternyata yang menelpon adalah bos besar alias direktur. Bergegas ane menuju ke ruangan bos. Sampai di lift, ane melihat display board menunjukkan angka 11. Daripada kena semprot sama bos karena lama menunggu lift,  ane memutuskan turun lewat tangga darurat.

Ketika masuk ke dalam ruangan tangga darurat. Ane sempat berhenti di ujung tangga karena teringat dengan mimpi buruk ane. “Ah gak peduli” gumam ane dalam hati. Ane pun melangkah turun dengan sedikit berlari agar cepat. Setelah sampai di lantai yang dituju, ane segera membuka pintu ke luar ruangan itu. Belum sempat ane membuka pintu, ane melihat sosok yang sudah tidak asing. Sosok hitam berbulu dengan mata merah (baca : Perkenalan dengan mas Supri). Ia berdiri di lantai bawah, tepat persis di depan anak tangga darurat. Sosok itu menatap ane dengan memperlihatkan taringnya. Entah apa yang ada dipikiran ane saat itu. Karena membayangkan wajah bos ane yang lebih seram dari mahluk itu kalau marah, membuat ane tidak takut dengan sosok itu. Dengan cuek dan mental sok berani, ane mengacungkan jari tengah dan segera keluar melalui pintu darurat itu.

Mimpi buruk

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.