Nenek Penghuni Rumah Baru

.Beberapa minggu yang lalu saya dan keluarga pindah ke komplek asrama tentara di Bandung. Sebelumnya kami sekeluarga tinggal di rumah nenek saya. Kebetulan ayah saya adalah seorang tentara. Kami sekeluarga harus berpindah rumah karena ayah saya mendapat mendapat fasilitas rumah dinas dari kesatuannya.

Sebenarnya tidak ada yang aneh dengan rumah baru kami ini. Namun karena rumah dinas pada umunya adalah bangunan lama jadi memang seperti bangunan belanda dan terkesan angker. Bagi yang sudah pernah melihat bangunan peninggalan belanda di jalan braga bandung atau kota tua di jakarta. Kurang lebih seperti itu karakter rumah saya. Sekedar menggambarkan lingkungan rumah saya. Di belakang rumah terdapat tanah kosong yang ditumbuhi beberap pohon pisang namun tidak beraturan. Dan disamping kiri dan kanan adalah rumah tetangga dimana rumah kami saling berdempetan satu sama lainnya.

Awal kami tinggal di rumah baru ini, kami tidak merasakan sesuatu yang aneh dan kami bisa melakukan aktifitas seperti biasa. Namun selang beberapa hari kami tinggal di situ, saya mengalami pengalaman-pengalaman yang cukup mengerikan. Sedikit informasi bahwa rumah kami memiliki 2 kamar di ruangan tengah namun oleh orang sebelumnya dibuat sebuah kamar kecil di belakang dekat ruang makan sehingga menjadi 3 kamar. Saya menempati kamar belakang yang berada dekat dengan ruang makan.

Awalnya setiap malam saya hanya mendengar suara-suara di dapur, seperti ada orang yang sedang melakukan sesuatu, bahkan saya pernah mendengar suara orang membuka lemari piring serta membuka rice cooker seperti sedang mau makan. Namun setelah saya mengintip ternyata tidak ada siapa-siapa. Dan keesokan harinya saya bertanya pada ibu saya, beliau menjawab bahwa tidak ada seorang pun yang makan jam segitu. Hal seperti itu bukanlah masalah buat saya mengingat saya anak tentara yang cuek dengan hal seperti itu.

Saya selalu tidak pernah meninggalkan sholat, namun waktu itu setelah selesai latihan beladiri, karena masih lelah setelah mandi dan sholat maghrib saya ingin tidur dulu sebentar. “Bu..nanti bangunin dery ya untuk sholat isya kalau belum bangun” saya memberitahukan ibu saya dari kamar yeng kebetulan sedang nonton Tv di ruangan tengah.

Tak terasa saya pun tidur terlelap karena efek kelelahan. Saya tidak melihat jam waktu itu, tapi kira-kira pukul 7.30 saya masih tertidur lelap. “Duk duk duk duk duk..” pintu kamar saya di gedor oleh sesorang. Saya pun teringat bahwa saya harus sholat isya, jadi saya pikir yang menggedor pintu adalah ibu saya. “Iya bu” jawab saya namun tidak ada jawaban dan pintu tetap digedor “duk duk duk”. Sambil membuka mata yang masih sayu karena ngantuk saya mencoba melihat orang menggedor pintu melalui jendela karena kebetulan jendela saya dari kaca dan belum ditutupi oleh gorden. “Sholaat…sholat nak” jawab sesorang yang berdiri dibalik jendela dan betapa terkejutnya saya melihat sosok yang asing dan belum pernah saya lihat. Dengan wajah keriput dan pucat serta terlihat jelas rambutnya yang putih dan dihiasi oleh tusuk konde.

Saya sangat shock dan bener-bener melek serta gemetaran melihat sosok seorang nenek tua dengan penampilan seperti orang jaman dulu. Sosok itu membangunkan saya dan menatap tajam pada saya dari jendela “sholat nak…” nenek itu menyapa saya sambil bergerak maju ke arah saya dan hampir menembus jendela. wajahnya sangat seram seperti ingin menerkam saya dan wajahnya semakin lama seperti semakin akan menembus kaca jendela. Saya sangat ketakutan dan keringat saya mengalir sehingga membasahi seluruh tubuh. Segera saya menutup seluruh badan dengan selimut karena ketakutan dengan sosok nenek itu.

Nenek penghuni rumah baru

Catatan : Penulis bernama Dery yang merupakan pengunjung blog yang ingin berbagi pengalaman seramnya. Jika ingin berbagi pengalaman seram dalam hidup anda, silahkan kirim cerita anda melalui form kirim cerita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.