Pengalaman Horor Saat Perjalanan Dinas

Hari jumat kemaren aku baru saja kembali ke jakarta setelah seminggu melakukan perjalanan dinas ke pulau kalimantan. Aku berangkat bersama tim audit, tadinya aku ingin mengajak stafku namun karena ada kegiatan di jakarta dan ada meeting di bekasi. Aku memintanya menghandle dulu. Sebenarnya kegiatan kami di sana biasa-biasa saja namun ada satu kejadian yang menurutku wajib di bagikan ke pada pembaca setia pengalamanseram.com.

Seperti biasa kami tiba di mess dan segera di sambut dengan berbagai makanan dan minuman. Setelah selesai mengenyangkan perut kami segera istirahat untuk menyegarkan badan karena besok pagi kami sangat membutuhkan tenaga yang banyak. Malam itu kami tidur berempat satu kamar padahal ada tiga kamar di mess itu. “awas rif ntar mimpi enak lagi kayak waktu itu (baca: perjalanan dinas 3)” ujar mas edy. “ah gak apa-apa, yang enak-enak kok di tolak” jawab arif sambil senyum senyum. “ya kalo enaknya di depan berarti dia memang kangen lo rif, tapi kalo enaknya di belakang, ya ada perihnya sedikit sih. Itu gue ya” ujar mas edy meledek arif. “waduh (arif yang tadinya tiduran seketika bangun dan duduk sambil mengencangkan sabuknya)..otak kumuah..awas bapak berani macam-macam. Saya gosok kepala botak bapak itu jadi batu akik” ujar arif)

“hahahaha” aku dan yang lainnya hanya tertawa melihat tingkah arif. Malam itu berlalu dengan cepat. Kami memulai aktifitas kami pagi itu, cukup melelahkan memang karena kami menjalankan sebuah misi dari direktur untuk kemajuan perusahaan. Setelah selesai menyelesaikan semua pekerjaan kami, pukul 17.00 kami kembali ke mess. Setelah mandi kami semua duduk-duduk sejenak di ruang tengah sambil menonton televisi. “mau makan sekarang pak? Biar saya segera masak” tanya pelayan mess. “ada bakso gak di sekitar sini bu?” tanya adit. “ada pak tapi lumayan jauh sih, di perumahan karyawan blok A” jawab ibu itu. “dimana tuh pak?” tanya adit padaku. “di dekat sekolah SD, lumayan lah dua kilo dari sini” jawabku. “bakso aja yuk pak” ajak adit. “ya udah bu, gak usah masak malam ini, minta tolong buatkan kopi aja” ujar mas edy.

Coba telepon pak sadimun bro, pinjam mobil ada gak” kata mas edy padaku. Aku segera menelepon pak sadimun untuk meminjam kendaraan. “bro adanya motor, mobil sedang dibawa ke kota” ujarku pada mas edy. “ya udah motor aja dua” jawab mas edy. Kami pun bersantai menunggu motor sambil berkaraoke.

Motor pun datang di antar oleh satpam, “terima kasih ya pak” ujarku sambil menerima kunci motornya. “Sama-sama pak, hati-hati pak gelap, jalannya juga jelek” kata satpam itu. kami segera berangkat menggunakan motor itu, saat itu telah pukul 19:00 dan jalan memang gelap karena lampu penerangan hanya ada di jalan perumahan. Walaupun telah menggunakan lampu sorot dari motor tetap kami harus berhati-hati karena jalannya tidak rata dan berbatu.

Kami berangkat dengan hati-hati dan pelan-pelan. Aku dan mas edy berjalan di depan sedangkan arif dan adit berboncengan di belakang. “cieeee…romantis berduaan” kata mas edy meledek mereka berdua. “otak kumuah” ujar arif. “sempat-sempatnya bapak ini mikir aneh-aneh” ujar adit. Aku pun mengerem motor untuk berhenti, kebetulan lingkungan sekitar sangat gelap. “kenapa berhenti pak?” tanya arif yang juga berhenti di sampingku. “Mumpung gelap rif, sana kalo kalian mau tusuk-tusukan di semak-semak. Kami tungguin kok” ujarku. “Otak kumuah” ujar arif. “Gila aja, sama cewek juga kagak ma saya kalo tempatnya seram gini” ujar adit.

“Ssssst…” terdengar suara. “hah? Apa?” ujar adit. Aku, dan mas edy terdiam sejenak, kami yakin suara itu bukan dari kami. “ada apa pak?” tanya adit. “hihihihi” terdengar suara orang ketawa namun cukup jauh. Kami berempat terdiam tanpa komentar apa pun. “ayo jalan aja” ujar mas edy.

Ketika aku gas motor agar jalan tiba-tiba tepat di depan kami ada sosok wanita menggunakan gaun putih. Rambutnya panjang terurai dan terlihat agak kusut. Wajahnya lonjong dan dagunya lebih panjang dari ukuran orang normal. Sosok itu melayang tepat depan kami.

pengalaman horor saat perjalanan dinas

Bola matanya berwarna putih dan di sekitar matanya terdapat lingkaran hitam seperti hantu di sinetron. “hihihihihihi…” Ia tertawa dengan sangat keras dan melengking. Aku terpaku menatapnya, tanganku gemetar dan serasa tak ada tenaga untuk menarik gas motor.

Mas edy segera meraih stang motor dan memutar balik motor itu, aku tetap duduk di depan seperti anak kecil yang di bonceng. Aku sangat shock dan tidak bisa mengeluarkan suara dari mulutku. Bibirku juga terasa gemetar. “Putar rif, putar balik” teriak mas edy ke arif. “aaaaaaaaaahhhhhhhh” teriak arif dan segera memutar motornya lalu melaju motornya sekencang mungkin mendahului kami. Jalan saat itu sangat berbatu, namun dengan kondisi ketakutan seperti itu jalanan berbatu terasa seperti di sirkuit catalunya spanyol.

Ketika kami berbalik arah dan melaju motor dengan kencang, aku melihat dari kaca spion sosok itu mengejar kami. “hihihihihihi…” sosok kuntilanak itu tertawa. Suaranya terdengar jelas walaupun sedang melaju motor dengan kencang.

Ketika akan masuk ke gerbang mess, aku tidak lagi melihat sosok itu melalui kaca spion. Setelah sampai di mess kami tidak berkomentar apa pun. Kami semua terdiam dan tampak wajah-wajah pucat ketakutan dan shock karena kejadian tadi. “kruuuk..” sekilas terdengar suara perut. Entah suara perut siapa itu aku tida peduli, asal jangan suara ketawa kuntilanak itu lagi. Jika sosok itu itu tiba-tiba berdiri di depan kami lagi, aku mungkin bisa mati jantungan. Kejadian itu memang menjadi pengalaman horor saat perjalanan dinas kami, kami sangat shock karena mental kami belum siap bertemu dengan hal seperti itu.

Mas edy berinisiatif menelepon ibu pelayan mes untuk memasak sesuatu agar kami bisa makan. Ibu itu pun juga agak aneh melihat wajah kami dengan ekspresi datar. Saat masakan telah siap, kami makan bersama namun tidak ada yang membahas masalah tadi. Kami makan tanpa suara dan komentar apa pun.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.