Pengalaman Seram Saat Dinas Malam

Halo, perkenalkan namaku Abdul. Aku bekerja di sebuah rumah sakit sebagai satpam. Cerita ini aku alami sendiri dan menjadi pengalaman seram saat dinas malam  yang tidak akan pernah aku lupakan. Sebagai seorang satpam, mendapat jadwal kerja malam hari sudah menjadi hal yang biasa. Namun semua menjadi luar biasa jika di saat bekerja terjadi kejadian-kejadian yang tidak diharapkan.

Rumah sakit tempat dimana aku bekerja terdiri dari 5 lantai dan kebetulan sedang ada renovasi pada lantai ke lima. Rencana lantai itu akan dijadikan ruangan poliklinik, dan karena sedang dalam masa renovasi sehingga akses tangga menuju lantai tersebut di tutup dan dihalangi oleh bambu dan  lift pun tidak bisa di akses dari lantai tersebut.

Malam itu aku harus berpatroli dan memastikan semuanya aman. Aku mengecek lantai satu persatu seorang diri. Karena anggota satpam hanya sedikit, mau tidak mau aku harus berpatroli sendiri.

Ketika sedang berpatroli di lantai 4 tidak sengaja aku melewati tangga menuju lantai 5, namun sebenarnya lantai tersebut tidak perlu aku datangi karena memang tidak ada siapa-siapa. Tetapi aku merasa tidak nyaman jika tidak melihat ke lantai tersebut, karena aku melihat ada cahaya lampu bohlam. Para pekerja di lantai tersebut seharusnya sudah tidak ada dan tidak diperbolehkan menginap pada lantai 5 tersebut.

Karena penasaran aku mencoba memanggil, apakah ada orang yang masih ada di lantai tersebut. “Pak..pak..” panggilku. Namun tidak ada jawaban sama sekali, Dan kalau tidak ada orang seharusnya lampu dimatikan. Karena masih penasaran, aku pun nekat masuk ke lantai tersebut memanjat bambu tinggi yang digunakan untuk menutup area tersebut menggunakan tong sampah.

Dengan susah payah aku pun berhasil melewati bambu-bambu tersebut, dan memang di tengah ruangan itu ada bohlam sekitar 5 watt yang amsih menyala. Aku mencoba berjalan mengelilingi ruangan itu untuk memastikan bahwa tidak ada orang di lantai tersebut.

Kira-kira baru beberapa langkah aku berjalan tiba-tiba terdengar “hi..hi..hi..hi” Suara wanita tertawa. Aku segera melihat ke atas dan betapa shock nya aku melihat kuntilanak sedang terbang mondar mandir sambil tertawa “hi..hi..hi..hi”.

Aku sangat ketakutan sekali saat itu, Kakinya menjadi kaku dan sulit digerakan. Dengan sekuat tenaga aku memaksakan untuk melangkah. Jantungku berdegup dengan kencang karena kuntilanak itu kini  bertebangan tepat di atasku.

Dengan susah payah aku berjalan dan akhirnya bisa menggapai tangga untuk turun ke lantai 4. Dan aku bertambah panik karena aku tidak bisa keluar dari tempat itu karena ternyata bambu penghalang sangat tinggi. Aku sulit untuk menggapainya dan tidak ada apapun yang dapat aku gunakan sebagai pijakan yang tinggi.

Saat itu aku hanya bisa duduk di sudut ruangan sambil menatapi kuntilanak itu terbang mondar-mandir di depanku sambil tertawa penuh keceriaan “hi..hi..hi..hi..hi”. Aku mencoba mengontak temanku menggunakan handy talky agar membuka lift dari lantai bawah karena lift dari lantai tersebut tidak bisa digunakan.

Kira-kira 30 menit lamanya aku menunggu temanku membantuku yang hampir pingsan di lantai 5 tersebut karena di temani oleh mbak kunti. Ini merupakan pengalaman nyata yang sedikit lucu namun tidak akan pernah aku lupakan.

Catatan : Pengalaman seram ini dikirim oleh Abdul. Jika ingin berbagi pengalaman seram dalam hidup anda, silahkan kirim cerita anda melalui form kirim cerita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.