Pengalaman Yang Tak Diharapkan

Beberapa hari yang lalu ane disibukan dengan pekerjaan yang padat sehingga kurang ada waktu untuk membagikan pengalaman baru. Pada kesempatan kali ini ane akan sedikit berbagi cerita horor selama perjalanan dinas kemaren.

Singkat cerita ane telah sampai di kota dengan julukan paru-paru dunia yaitu kalimantan. Kali ini ane ditempatkan di mess VIP I karena memang ada beberapa kamar kosong sehingga ane tidak perlu takut seperti perjalanan dinas sebelumnya saat ditempatkan di mess VIP 2. Seperti biasa ane melakukan kegiatan-kegiatan yang diperlukan tanpa ada keganjilan ataupun sesuatu yang membuat jantung berdebar-debar. Ane pun bisa tidur nyenyak dan bangun untuk ke kantor dengan hati dan perasaan yang menyenangkan.

Namun karena ane bekerja ditengah hutan, segala sesuatu bisa saja terjadi bahkan disaat momen-momen yang tidak diharapkan. Sore itu menjelang maghrib ane duduk diteras belakang sambil menyeruput kopi hangat dan ditemani sepiring pisang goreng. Ane duduk melepas lelah seharian bekerja, dan tanpa ane sadari ane melamun dan pandangan ane tertuju lurus kedalam hutan. Tiba-tiba ane tersadar dan tersentak kaget ane melihat ada seseorang didalam hutan.

“Siapa yang masih kerja jam segini?, biasanya jam segini udah pada pulang” tanya ane dalam hati. Terlihat orang itu berdiri dibalik pohon dengan rambut yang panjang, ane pun penasaran dan dengan segera ane berdiri dan berjalan menuju orang tersebut. Jarak lokasi ane dan orang itu berdiri mungkin sekitar 15 meter karena memang mess tempat ane menginap dekat dengan hutan. Selama melangkah menuju tempat orang tersebut  yang ane belum tahu jenis kelaminnya sambil memanggil-mangil “pak..bu..haloo..pak..bu..” perasaan ane semakin was-was dan terasa sunyi sekali tetapi ane gak peduli dan terus menghampiri orang itu.

Ane tepat berada dibalik pohon itu dan berkata “belum pulang pak..bu?”, namun tak ada jawaban ane pun berjalan menghampirinya di balik pohon dan sangat mengejutkan ketika satu meter ane berdiri di depannya tiba-tiba terasa kaki ane gemetar sulit untuk digerakkan, mulut pun sulit untuk berkata-kata dan dada terasa panas dan sesak. Ane melihat sosok perempuan berambut panjang yang gantung diri di pohon tersebut. Tampak lehernya yang patah terjerat tali dengan mata melotot dan lidah yang keluar. Ane pun terjatuh kebelakang dan dengan memaksakan ane menggerakan badan untuk berlari dan berteriak “aaaaakkhhhh”.

Ane berlari masuk ke dalam mess yang kebetulan ada bu Rahmi pembantu mess. “ada apa pak?” tanya bu Rahmi setelah melihat ane duduk di sofa dengan wajah ketakutan. “hah..hah..hah..” ane ngos-ngosan karena ketakutan, “eh anu bu..anu..di situ ada orang gantung diri” jawab ane sambil ngos-ngosan. Sontak wajah bu Rahmi berubah dan segera menutup jendela teras belakang, kemudian ia kembali dan coba menenangkan ane “udah pak gak apa-apa, saya minta maaf gak mengingatkan kalo maghrib-maghrib jangan lama-lama duduk diteras belakang” kata bu Rahmi. “iya bu makasih, saya gak apa-apa kok” jawab ane.

Malam pun berlalu dengan cepat, pagi hari setelah selesai sarapan sebelum berangkat ke kantor ane pun bertanya pada bu rahmi yang sedang sibuk membersihkan mess. “Bu, memangnya kenapa jangan lama-lama duduk diteras belakang kalo maghrib?” tanya ane penasaran. “iya pak, soalnya dulu ada pegawai di sini yang gantung diri di hutan belakang, dia suka menampakan diri kalau maghrib” jawab bu Rahmi. “oh gitu, seram ya” kata ane sambil berlalu menuju kantor. Namun jujur, ane sangat shock sekali melihat penampakan itu dan terus teringat di memori ane selama melakukan perjalan dinas di sana.

cerita horor

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.