Pengenalan Kedua

Setelah sedikit tenang duduk di lobby, kami pun pamitan dan pulang ke tempat peristirahatan (bukan kuburan yaa) masing-masing. Saat di kosan ane sempat teringat kejadian saat di lift. Tapi ane tetap berpikir positif aja dan coba menenangkan diri. Ane berpikir kalau mahluk seperti itu pasti ada ditempat manapun.

Pagi pun datang menjelang dan ane terbangun oleh jam wecker untuk bersiap berangkat ke kantor. Setelah sampai di kantor, senior ane sudah datang duluan dan ia meminta ane untuk bertanya pada salah satu manager tentang job requirement. Sebelumnya senior ane sudah ngecek tapi managernya belum datang. Dengan malu-malu ane masuk ke sebuah ruangan yang sedikit redup (belum datang semua karyawannya, jadi lampu belum di nyalakan semua). Ane mencoba mencari manager itu ane langsung di tanya oleh salah seorang di situ “cari siapa pak?”. “cari pak X” jawab ane. “Oh pak X belum datang” jawab seorang yg lainnya.

Diruangan itu ane melihat ada 3 orang, 2 orang cowok yang sedang ngobrol dan 1 orang cewek baju putih tapi menghadap tembok sambil menyisir rambutnya yang panjang (kira-kira 1 meter). Ane kembali ke ruangan HRD dan bilang ke senior ane kalau Pak X (nama disamarkan untuk menjaga privacy yang bersangkutan) belum dateng. Dan di ruangannya cuma ada 3 orang yang satunya cewek. Senior ane langsung natap ane dan bilang kalau staf Pak X semuanya cowok. Ane pun terdiam sejenak dan coba berpikir positif mungkin ada karyawan cewek yang sedang mampir ke ruangan itu.

Siangnya ane di suruh ambil berkas ke lt. 26, karena nunggu lift lama maka ane putusin lewat tangga darurat karena dari lt. 28 ke lt. 26 tidak akan terlalu cape pikir ane. Setelah ambil berkas ane kembali dan mencoba lewat tangga darurat lagi. Saat naik lewat tangga ane melihat ada seorang anak kecil lari dari pintu lt. 27 ke arah tangga menuju lt. 28. Karena ana penasaran anak siapa itu yang main-main di tangga ane melangkah dengan cepat untuk melihat, namun tidak ada siapa-siapa. “mungkin anak itu sudah naik karena dia lari” pikir ane.

Ane melanjutkan menuju lt. 28. Ketika ane mau melangkahkan kaki naik tangga. Tiba-tiba muncul sosok tinggi besar dengan pakaian lengkap seperti tukang bangunan. Badan ane terasa lemes dan keringat dingin saat Ia berdiri tepat di ujung tangga atas. Ia berdiri dengan tegap tanpa kepala dan tangan kanan menenteng kepalanya yang terpasang helm proyek warna kuning. Dari leher kepala itu menetes darah segar seperti baru dipenggal. Mungkin sekitar 20 detik sosok tersebut tetap berdiri dan tidak menghilang seperti di sinetron. Ane memaksakan memutar badan untuk keluar dari pintu lt. 27. setelah keluar dari pintu, ane langsung bertemu mas Edy (Supervisor audit), ane langsung ceritain semua. Dia tersenyum dan bilang “ohh..udah kenalan toh, tenang aja broo dia gak gigit kok”. Ane cuma terdiam shock karena melihat dia cengengesan seperti telah biasa dengan hal seperti itu.

kepala buntung

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.