Perjalanan Dinas 1

Kali ini ane pengen cerita pengalaman ane yang baru kemaren banget ane alami. Pengalaman ini gak terjadi di kantor ane yang super duper nyaman dan menyenangkan tapi di site (lapangan). Kebetulan ane sedang perjalanan dinas di pulau kalimantan di untuk penilaian karyawan di pabrik.

Seharusnya ane berangkat ke site bersama tim audit yang berencana untuk audit kegiatan dan keuangan di site. Namun karena satu dan lain hal jadi ane berangkat duluan sendiri. Singkat cerita, ane sudah menginjakan kaki di pulau borneo.

Ane di jemput sama sopir untuk melakukan perjalanan yang sangat sebentar yaitu 8 jam menuju ke site yang letaknya di tengah hutan deket perbatasan RI dan malaysia. Ane dijemput jam 2 siang dan sampai di site malam jam 10an, ane dijemput menggunakan mobil fortuner tapi serasa naik kora-kora di dufan karena jalan yang lumayan untuk latihan offroad.

Ane diantar sampai di Mess VIP 2, seperti biasanya ane harusnya menginap di Mess VIP l tapi karena penuh sama karyawan lain dari jakarta yang duluan dateng jadi terpaksa ane nginap di Mess 2. Mess 2 ini jarang dipakai karena diperuntukan untuk tamu perusahaan.

Di mess itu ane nginap sendiri. Selesai menyantap hidangan yang telah disiapkan ane menyalakan TV (menggunakan tv kabel) untuk melepas rasa lelah letih dan lesu selama perjalanan. Sebelum para pembantu Mess pulang (ane berharap mereka tidur di mess temenin ane, tapi ternyata tidak). Mereka berpesan kalo malam suka mati listrik peralihan sumber listrik dari pabrik ke genset kira-kira 10 menit.

Sedang asyik nonton dan minum jus melon, tiba-tiba listrik mati. Bersamaan dengan matinya listrik ane mendengar suara orang “waaahh”. Ane mikirnya mungkin itu warga sekitar (jarak rumah satu dengan yang lainnya kira-kira 50 meter), walaupun suaranya terdengar dari dalam mess. Ane terdiam menunggu sampai lampu nyala (sambil was was juga dengan suasana gelap di tengah hutan borneo).

Setelah lampu nyala ane langsung ke kamar untuk tidur karena besok pagi aktifitas penilaian karyawan harus dimulai. Tetapi sebelum masuk ke kamar ane melirik ke kamar depan kamar ane yang pintunya terbuka. karena parno dengan kamar yang gelap itu jadi ane menutupnya kemudian masuk ke kamar ane.

Sejenak ane berbaring tak terasa ane tertidur namun gak lama ane terkaget oleh suara “teeeng…teeeng…teeeng..teeeng..” suara velg mobil yang dipukul untuk dijadikan bel sebagai penanda waktu telah menunjukan jam 12 malam. Ane berusaha melanjutkan tidur kembali. Ane coba meraih bantal guling di samping kiri ane. Tapi…guling yang ane peluk terasa tidak bulat tapi berbentuk dan sedikit kaku.

Ane coba memindahkan ke samping kanan tapi sangat berat. Karena penasaran ane membuka mata untuk melihat dan ternyata…. “aaahkkkkk”. Ane sedang memeluk POCONG. wajahnya sedikit gelap dan masih ada kapas di hidungnya. Dengan segera ane langsung loncat dari posisi tidur jadi berdiri dan lari ke luar sambil berteriak ketakutan. Kebetulan di luar ada 2 orang satpam yang sedang patroli, mereka bingung lihat ane yang kayak orang ketakutan (bukan takut lagi tapi shock berat), tanpa menjelaskan apa-apa ane minta salah satu dari mereka harus menemani ane di mess.

Akhirnya tanpa banyak tanya, pak Dani (salah satu satpam tadi) mau menemani ane, ane minta dia temenin ane tidur di sofa ruang tamu mess (ane masih shock masuk kamar). Saat masuk di dalam mess tampak wajah pak Dani sedikit was was sambil sebentar-sebentar cilingak cilinguk melihat sekeliling.

Ane gak mau tanya apa-apa dulu saat itu, ane cuma mengalihkan pembicaraan ke pekerjaan sehari-hari agar mental ane bisa pulih. Saat ngobrol dengan pak Dani tiba-tiba terdengar suara “haaah” entah darimana tapi terdengar dari dalam mess. Sejenak kami yang tadinya ngobrol tiba-tiba terdiam. Kira-kira 15 detik lamanya kami terdiam dengan wajah tegang dan melanjutkan pembicaraan kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dan tiba-tiba “kreek..ngeeeekkk..” suara orang membuka pintu.
pocong

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.