Perjalanan Dinas 2

“kreek..ngeeeekkk..” kami terdiam dengan wajah tegang menunggu siapakah gerangan yang membuka pintu itu. Kira-kira 10 detik kami terdiam menunggu tetapi tidak seorang pun yang keluar, ane melihat pak Dani yang terdiam membisu ketakutan. Ane berdiri mencoba mencari pintu apa itu dan ternyata¬†adalah pintu depan kamar ane yang sebelumnya ane tutup.

Tanpa pikir panjang ane langsung tutup lagi pintu itu. Kemudian ane samperin kembali pak Dani sambil merangkulnya (merasa jadi superhero) “tenang pak, hanya pintu kok” kata ane menenangkannya. Pak Dani cuma mengangguk namun wajah tegangnya belum menghilang. Belum lama ane menenangkan pak Dani, Ia menjadi bertambah tegang serasa ingin pamitan untuk pergi karena terdengar lagi suara “kreek..ngeeeekkk..” pintu itu terbuka kembali. Dengan ketakutan, ane langsung berkata “pak temenin saya tidur di sini ya. Udah pak ayo kita tidur”. Malam itu pun berlalu tanpa ada gangguan berarti selain suara-suara yang entah darimana asalnya.

Keesokan harinya, setelah selesai melakukan penilaian karyawan, ane pun dapat kabar yang cukup melegakan tenggorokan eh hati ane. Ternyata tim audit telah sampai di kalimantan dan sedang dalam perjalanan menuju ke tempat ane. Singkat cerita, mereka bertiga telah sampai di mess.

Ane meminta mas edy sekamar sama ane dan 2 orang stafnya yang bernama arif dan adit ane suruh di kamar depan ane (walaupun masih ada kamar lain yang kosong, hihihi). Satu kamar ada dua ranjang jadi cukup untuk 2 orang. Setelah selesai menyantap hidangan makan malam kami pun duduk di sofa sambil menonton TV.

Tiba-tiba tercium bau busuk “siapa ini yang kentut?” Spontan arif bertanya sambil menututp hidungnya. Mas edy cuma nyengir dan berkata “ada yang mau kenalan sama kita”. Arif pun terdiam , dan mas edy langsung memberikan tugas ke masing-masing stafnya karena besok ane dan mereka harus ke pabrik yang letaknya lebih pedalaman lagi yang jaraknya kira-kira 2 jam dari mess ane dan kami pun harus nginap di sana.

Sedang asyiknya mereka membahas strategi untuk besok, ane pergi ke dapur dan coba berbicara dengan para pembantu mess yang jumlahnya 3 orang. “Mbak, itu kamar yang depan kok kalo ditutup pasti terbuka lagi ya?” Tanya ane. Mereka cuma diam gak berani bicara. “Udah gak apa-apa mbak ngomong aja, santai aja mbak..rileks..tarik nafas buang lewat bawah” kata ane membujuk.

Mereka pun senyum-senyum satu sama lainnya dan salah satu dari mereka pun menjawab “kamar yang itu kalau ditutup pasti kebuka lagi sendiri pak, disitu ada penunggunya”. (“Asyik bakal ada korban baru nih” pikir ane dalam hati) “Ohh..gitu, pernah liat mbak?” Tanya ane. “Disitu ada kuntinya pak” jawab pembantu yang lain.”sstt jangan disebutin kayak gitu ntar dia denger” temannya memotong.

Ane pun kembali duduk dengan tim audit sambil cengengesan, “ada apa bro?” Tanya mas edy. “Ntar juga tau mas” jawab ane sabil cengengesan. Kami pun berpisah dan masuk ke kamar masing-masing. Sebelum tidur ane deketin ranjang ane dengan ranjang mas edy biar aman. Dari dalam kamar kami mendengar suara adit yang berkata “ini pintu kenapa sih di tutup kok kebuka terus, gw bongkar juga nih pintu lama-lama”.

Ane cuma senyum-senyum sambil berkata dalam hati “tunggu aja lo bentar lagi juga tau kenapa tu pintu”. Tidak lama setelah itu terdengar suara “aaaaahhhkk” teriakan arif karena melihat pantulan wanita memakai baju putih dari pantulan kaca lemari saat adit mencari baju di lemarinya. “Wah lo kejam juga yaa” kata mas edy sambil cengengesan. “Gak apa-apalah biar di ospek dulu mereka”jawab ane sambil cengengesan juga. Oh iya, adit dan arif itu adalah karyawan baru yang mulai aktif kerja sebulan yang lalu. Malam itu pun berlalu tanpa gangguan yang berarti dan ane pun bisa tidur dengan nyenyak tanpa ditemani oleh om pocong.

Keesokan paginya, ane melihat arif dan adit mencuci celana dalamnya. “Sini pak saya cuciin” kata pembantu mess. “Udah gak apa-apa mbak” jawab arif sambil malu-malu. Saat sarapan ane tanya mereka “kenapa lo berdua kok bisa cuci celana dalam bareng gitu?”. “Wah lo berdua ngapain tadi malam? Wah lo manfaatin kesempatan di yang sempit-sempit ya?” Tanya mas edy. “Ehh gak pak, anu tadi malam saya mimpi basah” jawab arif. “Kok sama ya rif?” Tanya adit.

Ane pun sama mas edy tertawa terbahak-bahak karena mereka berdua mimpi basah bersama-sama dan cuci CD bersama-sama tapi gak saling tau. Mereka pun bercerita bahwa mereka mimpi kimpoi sama cewek yang cantik kayak chinese, rambutnya panjang dan badannya bagus kayak model. Ciri-ciri cewek yang disebutin arif dan adit ternyata sama. “Gimana dit, enak? Tanya ane. “Ya gitu pak, geli-geli enaaak” jawab adit. Kami pun berangkat sambil tertawa terbahak-bahak.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.