Sekolah Berhantu (4)

Hai teman-teman, masih ingat dengan Nova? Kali ini aku ingin bercerita tentang cerita hantu penampakan hantu jahil di sekolahku. Pengalaman seram ini baru saja aku alami kemaren siang sekitar jam 1an. Saat aku mengalami kejadian ini, aku sangat ketakutan sampai-sampai aku mengungsi ke kelas temanku dan tidak berani kembali ke kelasku lagi.

Oh iya, bagi yang masih bertanya-tanya siapa aku, silahkan baca kisah ku di sekolah berhantu 1, sekolah berhantu 2 dan sekolah berhantu 3.

Kemaren sekolahku merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-71. Seluruh guru dan murid-murid bergembira mengikuti lomba-lomba yang di adakan di lapangan sekolah. Karena hampir semua guru dan murid berkumpul di lapangan maka gedung sekolah menjadi sepi.

Saat itu aku memutuskan untuk kembali ke kelas untuk makan siang. Saat itu aku melangkahkan kakiku memasuki kelasku yang  dalam keadaan sedikit gelap karena lampunya dimatikan. Saat akan menyalakan lampu, pandanganku tertuju pada sosok putih yang duduk di pojok belakang kelas. “Deg” aku sempat kaget melihat sosok itu dan segera keluar meredakan perasaanku yang takut dicampur kaget. “mungkin cuma ilusi saja, karena memang agak sedikit gelap ruangan kelas saat itu” pikirku positif.  Aku memberanikan diri masuk ke kelas dan menyalakan lampu. Saat aku melihat kembali pojokan itu ternyata tidak ada siapa-siapa. Aku segera mengambil makan siangku dalam tas dan duduk di kursi guru yang berada di pojok depan ruang kelas.

cerita hantu penampakan hantu jahil

Terasa angin sepoi-sepoi bertiup melewati jendela kelas menambah nafsu makanku. Baru beberapa suap aku makan tiba-tiba “bruukkk…” suara tas anak jadih dari kursi. Aku sempat kaget kemudian aku berjalan menuju tas itu dan segera mengangkat dan menyimpannya di atas meja. Tas itu memang di atas meja sebelumnya, tapi mengapa bisa terjatuh? “mungkin posisinya tidak benar” pikirku saat itu.

Setelah menyimpannya di atas meja, aku segera mebalikan badan menuju meja guru untuk melanjutkan makan siangku. Baru beberapa langkah aku berjalan, “traaak..” aku segera menoleh ke sumber suara itu dan aku melihat sebuah kursi telah terjatuh di lantai. Bagaimana kursi yang berdiri kokoh sempurna bisa jatuh terbalik di lantai? “mungkin kebetulan” gumamku.

Perasaanku mulai cemas dan takut dengan keadaan sekitar. Aku kembali dan melanjutkan makan siangku. Saat makan siang aku sebentar-sebentar melirik lingkungan sekitar untuk memastikan aman dan tidak ada sesuatu yang menyeramkan.

Saat sedang asyik memakan makanannku tiba-tiba sesuatu yang diluar dugaanku terjadi. “cip..cip..cip..cip..makan-makan sendiri” terdengar suara orang bernyanyi dangdut. Suara itu tepat terdengar di depanku. Seketika itu wajahku memerah, bulu kudukku merinding dan badan terasa panah. Aku merasakan wajah dan bagian leherku berkeringat karena sangat kaget dan takut sekali.

Aku memandang sekitar tidak ada siapa pun, aku berdiri dan coba keluar untuk mecari tahu mungkin ada guru lain yang jahil. Saat aku menoleh kiri dan kanan dari pintu kelas, ternyata lorong sekolah itu tidak ada siapa pun. Dan tampak sepi karena seluruh guru serta murid berkumpul di lapangan. “mungkin perasaanku saja” pikirku positif saat itu. aku berjalan kembali ke mejaku untuk menghabiskan makananku yang aku tenteng mencari siapa yang jahil. Saat akan duduk di kursiku tiba-tiba aku mendengar sapaan yang lembut “minta dong..hihihihi” suara itu berasal tepat dari belakangku.

Aku langsung reflek menoleh kebelakang, “wak-waw” berdiri seorang wanita berpakaian serba putih dan berambut panjang. Ia cengengesan sambil menggoyangkan kepalanya sambil berkata lagi “minta..minta dong..hihihi”. “Arrrrgghhh” Aku berteriak sekencang-kencangnya dan melempar kotak makananku. Aku menarik tasku dan segera berlari keluar kelas dan berlari ke kelas temanku. Kebetulan ada dia di kelas karena ia sedang hamil jadi tidak ikut turun ke lapangan.

Dengan gugup dan terbata-bata aku menceritakan apa yang aku alami padanya. Iya hanya tersenyum dan menyodorkanku segelas air putih. Aku sangat kaget dengan penampakan hantu jahil itu. aku memang tahu kelasku cukup angker tetapi ini angkernya keterlaluan. Jika tiap hari seperti itu aku bisa jantungan dibuatnya.

Catatan : Pengalaman seram ini dikirim oleh Nova, seorang guru di sekolah swasta. Jika ingin berbagi pengalaman seram dalam hidup anda, silahkan kirim cerita anda melalui form kirim cerita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.