Siapa Sosok Yang Menyerupai Kakakku Itu?

Hai… Salam kenal dariku Vitri. Aku dari Karawang, Jawa Barat. Seru sekali saat aku membaca kisah misteri disini. Tapi serem juga sih kalo baca sendirian dikamar.

Terima kasih buat blog PS  yang sudah memposting pengalamanku. Kali ini aku mau bercerita tentang sosok yang menyerupai kakakku.

Oh iya aku dan kakakku hubungannya sangat erat sekali. Usia kami pun tak terlalu jauh hanya 1 tahun. Kakakku cowok. Dia galak namun dia sangat menyayangiku. Bagi orang yg belum mengenal kami mungkin akan mengira bahwa aku dan kakakku adalah sepasang kekasih.

Aku memang sedikit bandel. Kalau main suka lupa waktu. Namun aku tetap bisa menjaga diriku dari hal-hal yang negatif.

Kakakku itu orangnya menyebalkan. Terkadang disaat aku sedang asyik bermain bersama teman-temanku, aku disuruh pulang. Tak jarang pula dia sambil memarahiku. Dan aku tau apa yang dia lakukan tujuannya adalah demi kebaikanku juga.

Aku juga sangat menyayanginya karena dia selalu menjagaku, pernah suatu hari dia berkelahi melawan 4 orang hanya demi melindungi aku yang hendak dilecehkan orang.

Singkat saja yah! Suatu hari aku dan temanku menghadiri acara ulang tahun Karlina teman SMA ku. Namanya juga sahabatan, ya pasti ingin berlama lama dengan mereka. Kami sangat menikmati pesta itu hingga kami lupa waktu.

Baca juga:

Misterius! Siapa sebenarnya sosok itu?

Tak terasa waktu bergulir hingga pukul 21:00 dan aku masih di rumah karlina padahal aku sudah berjanji akan pulang pukul 20:00. Dan ketika itu akupun merasa tidak enak karena sudah malam. Pasti aku dimarahi kakakku jika aku telat pulang.

“Karlina, Nhia, Icha aku pulang duluan yah, aku udah janji pulang jam 8” pamitku pada mereka.

k”Yaaahhh… Ga seru dong gak ada kamu vit!” Ujar karlina.

 “Maaf kar, aku ga enak sama kakakku. Ntar aku dijewer lagi” ujarku.

“Trus kamu pulang sama siapa vit?” Tanya Nhia.

“Gak apa-apa aku pulang sendiri nhia. Lagian kan deket rumah aku dari sini” jawabku.

“Ya udah kamu hati-hati ya vit dijalan. Oh iya makasih banyak atas kehadirannya dan kadonya ya vit hehehe” ujar karlina.

“Ya udah aku pamit ya semuanya.. dah.. Assalamualaikum” pamitku

“Waalaikum salam” jawab mereka kompak.

 Aku pun pulang dengan santai. Di sepanjang jalan memang ramai karena masih dikawasan perumahan. Namun setelah memasuki perkampungan barulah mulai terasa  sepi hanya ada beberapa orang yang duduk diteras rumah atau yang sedang melintas.

Saat memasuki perkampungan itu aku merasa ada yang mengikutiku dari belakang. “Srek srek srek srek” suara langkah kaki lain selain dari suara langkahku.

Aku merasa biasa saja karena kebetulan ada orang yang searah denganku. Pikirku.

“Vit, darimana kamu malam-malam begini masih keluyuran” tanya seorang yg mengikutiku tadi.

Akupun berhenti dan menoleh kepadanya. “Loh mas, kok ada disini? Ujarku terkejut.

“Sana cepet pulang! Kasian tuh mamah lagi sakit”. Ujarnya.

“Iya mas aku pulang kok” jawabku.

Aku agak bingung dengan gelagat kakakku yang tidak biasa. Biasanya dia kalau bicara padaku ia selalu menatap tajam mataku. Namun kali ini tidak.

Dia hanya menunduk dengan rambut poni yg menutupi setengah wajahnya. Memang kakakku berambut agak gondrong seperti Ariel peterpan dulu.

Akupun mengambil jalan pintas agar cepat sampai rumah. Karena kalau lewat jalan utama memang agak memutar (jauh). Aku terus melangkah lebih cepat karena aku khawatir dengan mamah.

Akhirnya aku tiba dirumah. “Assalamualaikum” salamku.

“Wa alaikum salam” jawab mamah.

 “Kreekk.. Ngeeekk..” Pintu dibuka oleh mamah.

“Loh mas, kok cepet banget udah sampe rumah aja!”  Tanyaku terkejut.

“Orang dari tadi mas disini kok!” Jawabnya sambil makan mie instant.

“Mas kan tadi ketemu aku di dekat masjid terus nyuruh aku cepat-cepat pulang karna mamah sakit” ujarku bingung.

“Orang mas di rumah bantuin mamah bikin lontong buat besok jualan. Emangnya kamu keluyuran melulu!” Jawabnya.

“Mamah gak sakit?” Tanyaku pada mamah.

“Gak, mamah sehat kok” jawabnya tersenyum.

Aku semakin bingung dan langsung masuk kamar sambil menangis karena shock dengan apa yg aku alami tadi.

Engkong

“Terus itu siapa yang nyuruh aku pulang?” Bertanya dalam hati.

Sampai saat ini aku belum tau siapa sosok yang menyerupai kakakku itu. Yangg jelas tampang dan suaranya sama persis dengan kakakku. Hanya gelagatnya saja yg beda.

Begitulah kisah yg aku alami saat aku SMA. Sekarang aku sudah bekerja di Ibukota. Terimakasih pengalamanseram.com

N.B : Pengalaman seram ini dikirim oleh Vitri. Jika ingin berbagi pengalaman seram dalam hidup anda, silahkan kirim cerita anda melalui form kirim cerita.

Suka dengan cerita misteri di blog ini?

Silahkan klik disini untuk berlangganan dan dapatkan bonus ebook cerita hantu yang lebih mencekam secara gratis.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.