Tamu Yang Tak Diundang

Perjalanan dinas ke luar kota atau ke luar pulau memiliki pengalaman tersendiri yang cukup mengasyikan. Namun kali ini ada sisi lain dari pengalaman ane tentang tamu yang tak diundang. Pengalaman yang terjadi saat melakukan perjalanan dinas, yang cukup membuat bulu kuduk berdiri untuk diceritakan. Kejadian ini telah lama terjadi namun tetap menjadi pengalaman yang tak terlupakan hingga saat ini.

Ane mendapat tugas pertama kali untuk melakukan perjalanan dinas pertama ke pulau Riau bersama rekan ane rudy. Seperti biasa, setelah sampai di bandara Sultan Syarif Kasim kota Pekanbaru ane dan rudy dijemput oleh sopir menuju mess tempat kami akan menginap. Lokasi mess ini kurang lebih sama seperti mess di kalimantan yaitu di tengah-tengah hutan. Rencananya kami akan menginap dua hari satu malam di mess tersebut.

Setelah menempuh perjalanan kira-kira 6 jam ke pelosok akhirnya sampailah kami di Mess tersebut. Mess tersebut baru beberapa minggu selesai dibangun, sehingga cat bangunannya masih sedikit tercium. Karena kami sampai dilokasi sudah petang kira-kira jam 8 malam, ane dan rudy pun melepas lelah sejenak di sofa sambil menonton televisi dan meneguk kopi hangat.

Saat asyik bersantai, tiba-tiba suasana menjadi dingin dan “aauuuuuuuuugh” terdengar suara lolongan anjing kampung yang cukup membuat bulu kuduk berdiri. “Sreek..sreek..sreek..” terdengar suara langkah orang. ” tok tok tok tok..” ane sempat kaget mendengar suara pintu depan yang di ketok. Rudy dengan segera membuka pintu dan “bagaimana pak aman?” Tanya seorang satpam yang sedang berpatroli bersama temannya. “Aman pak,hehe” jawab rudy sambil teratwa kecil. Setelah memastikan kondisi mess aman terkendali, kedua satpam tersebut ijin melanjutkan patrolinya.

“Tidur yuk pak, ajak rudy yang sudah menguap sambil rebahan di sofa. “Bentar dulu habisin kopi” jawab ane sambil melihat jam yang menujukan pukul 10.30. “Aauuuuugh..aauuuuuuugh..”terdengar kembali lolongan anjing kampung namun kali ini cukup panjang. “Udah yuk tidur, besok gawe” jawab ane sambil berdiri menuju kamar. “Yuk” jawab rudy sambil beranjak dari sofa. “Duk……duk………duk……..” terdengar suara orang mengetok pintu namun secara perlahan. Rudy yang tadinya ingin ke kamar dengan segera berbalik badan menuju pintu untuk membukanya. Ane pun berdiri di depan pintu kamar sambil melihat siapa yang bertamu malam-malam begini. “Rajin banget patrolinya satpam disini” ujar rudy sambil membuka pintu. “Krek..ngeeek” rudy membuka pintu. Sejenak rudy terdiam kaku dengan bibir yang gelagapan.

Dengan reflek rudy melompat kebelakang dan sambil merangkak memegang kaki ane yang juga terdiam kaku. Jantung ane berdetak sangat kencang dan seluruh bulu di badan serasa merinding. Seorang laki-laki tua dengan wajah pucat dan mata yang putih tanpa retina hitam menggendong sebuah pocong dengan kedua tangannya berdiri di depan pintu. Secara perlahan sosok tersebut masuk dan meletakan pocong itu di lantai ruangan tengah kemudian berbalik memandang kami dengan tatapan tajam berwarna putih tanpa retina hitam. ane yang sudah ketakutan tidak karuan dan tanpa pikir panjang, ane segera menarik rudy dan berlari ke luar menuju pos satpam yang jaraknya kira-kira 50 meter dari mess. Malam itu kami habiskan dengan menginap di pos satpam hingga pagi.

Tamu yang tak diundang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.