Teleponku Dijawab Hantu Penunggu Rumah

Hai guys, kenalkan namaku Binsar. Sebagai pembaca setia pengalamanseram.com kayaknya tidak afdol kalau tidak menyumbang cerita horor yang aku miliki. Cerita ini aku beri judul teleponku dijawab hantu penunggu rumah karena memang seperti itu kejadiannya di rumahku beberapa waktu lalu. Cerita ini sebenarnya bukan pengalamanku sendiri namun pengalaman tetanggaku yang menceritakannya padaku. Namun aku ingin membagikannya karena kejadian ini berasal dari rumahku sendiri.

“Ayo mah, kita berangkat” panggilku. “Iya sebentar” jawab mamahku. Siang itu aku beserta keluargaku semua akan pergi ke rumah saudaraku yang sedang melangsungkan acara sunatan anaknya. karena acara itu adalah acara saudara maka sudah dipastikan kami akan pulang malam. Kenapa aku bilang begitu karena pastinya di sana nanti akan banyak acara mengobrol dengan saudara-saudara lainnya.

Seluruh isi rumahku pergi ikut pergi ke acara itu yang otomatis rumahku akan kosong alias tidak ada penghuninya sama sekali. Ayahku juga lupa menitipkan rumah pada tetangga karena kami memang berangkatnya terburu-buru karena takut telat datang ke acaranya. Sebenarnya tidak menitipkan rumah juga tidak masalah, namun karena ayahku adalah ketua RW jadi takutnya ada yang mencarinya namun tidak ada orang di rumah.

Hari itu kami sekeluarga mengikuti acara tersebut dan pulang sampai ke rumah tepat pukul 7 malam. Tidak ada yang aneh hari itu dan semua tampak baik-baik saja aman terkendali. Baru saja kami semua masuk dan duduk-duduk di dalame rumah tiba-tiba terdengar suara orang mengetuk pintu “tok..tok..tok”. Aku segera bangkit dari kursi dan membuka pintu, “eh pak sarno, ada apa ya pak?” tanyaku. Pak sarno adalah tetangga belakang rumahku, aku cukup akrab dengannya karena sering main catur dengannya.

“Tadi pada pergi semua ya?” jawab pak sarno. “Iya pak, ada saudara sunatan.” Ujarku. “pantesan, tadi saya nelpon katanya lagi pada pergi semua terus saya coba telepon lagi sorenya katanya belum pada pulang” ujar pak sarno. “katanya?” tanyaku dengan bingung. “Iya tadi saya nelpon jawabnya gitu” ujar pak sarno sambil membuka papan caturnya. “siapa yang jawab pak? Tanyaku dengan wajah bingung sambil menata pion catur. “Gak tau, tadi ditelpon ngakunya sih penunggu rumah ini” ujar pak sarno sambil menata pion caturnya. Aku terdiam bingung dan tidak mengerti maksud ucapan pak sarno.

“emang tadi nitip rumah ke siapa? Atau ada saudaranya tinggal di sini?” tanya pak sarno. “tadi kami satu rumah pergi semua pak, jadi gak akan ada orang di rumah. Kami tadi mau nitip rumah ke pak sarno tapi gak sempat karena buru-buru berangkatnya” kataku menjelaskan. “huft” pak sarno terdiam menatapku. “Jadi yang tadi ngobrol dengan saya ditelepon siapa?” pak sarno bertanya penasaran. Aku terdiam memandang pak sarno karena juga bingung dengan apa yang diceritakannya. “beneran gak ada orang sama sekali di rumah?” tanya pak sarno untuk meyakinkan dirinya.

“Iya pak semua orang ikut semua ke acara sunatan, jadi gak ada orang satu pun di rumah. Memang gimana teleponnya tadi?” tanyaku lebih penasaran. “tadi siang saya nelpon karena ada perlu dengan pak RW, terus teleponnya di angkat tapi tidak ada suara jadi  langsung aja saya tanya tentang acara minggu depan. Kemudian ada seorang perempuan di balik telepon menjawab pak RW dan keluarganya semua sedang pergi coba telepon lagi nanti. Terus kau tanya ini siapa? Dia jawab saya penunggu rumah ini.” ujar pak sarno menjelaskan. “terus bagaimana pak?” tanyaku semakin penasaran. “ya saya mikirnya waktu itu mungkin rumah di titip ke orang lain. Terus jam 5an saya telepon lagi dan telepon itu di angkat dan lagi-lagi tak bersuara. “Pak sarwo ada? Aku bertanya dan lagi-lagi suara wanita itu menjawab mereka belum pulang” uajr pak sarno.

“Tapi beneran di rumahku memang kosong sama sekali dan tidak ada orang di dalamnya” ujarku. Pak sarno terdiam dan tampak wajahnya memerah ketakutan. Dengan segera pak sarno mengambil pion-pion catur yang sudah tertata rapih dan memasukannya ke dalam kotak. “lain kali aja ya kita lanjutin main caturnya, ujar pak sarno denga wajah ketakutan kemudian bangkit berdiri dan pamitan pulang ke rumah.

Catatan : Pengalaman seram ini dikirim oleh Binsar. Jika ingin berbagi pengalaman seram dalam hidup anda, silahkan kirim cerita anda melalui form kirim cerita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.