Tersesat Di Alam Gaib! Horornya Kejadian Itu

Assalamualaikum…Ijinkan saya berbagi pengalaman nyata saya. Oke pertama-tama perkenalkan nama saya Bilal Algivari asal Lombok. Pengalaman tersesat di alam gaib ini terjadi ketika saya mengikuti  kegiatan pramuka, tepatnya kegiatan “Persami”(perkemahan sabtu minggu).

Kejadian ini terjadi ketika kegiatan Persami Pramuka tahun 2014 lalu. Kegiatan Kemah yang kami lakukan berlokasi di sekolah dan semua berjalan dengan lancar.  Namun semua mulai berubah ketika pembina kami mengadakan hiking pada hari minggunya.

Kami hiking ke salah satu tempat wisata di daerahku. Ketika melakukan kegiatan hiking itu, kami berangkat melewati bukit dan persawahan. Suasana saat itu memang agak mencekam dan sedikit horor karena suasana yang sepi dan banyak pohon-pohon besar. Namun perjalanan itu masih baik baik saja.

Ketika akan kembali pulang ke tempat perkumpulan semua regu pramuka, disitulah pengalaman mengerikan terjadi. Dalam perjalanan pulang itu kami dibagi menjadi beberapa regu. Kebetulan tim regu lain berangkat duluan sehingga kami memiliki kesempatan untuk berkemas-kemas dulu.

Selesai berkemas-kemas kami segera mengejar regu lain yang telah duluan. Kami cukup mudah menyusul regu lain yang telah berangkat duluan karena mengikuti petunjuk yang telah dibuat panitia dengan cat berbentuk panah.

Baca Juga :

Pengalaman Horor Saat Perjalanan Dinas

Saat mencari dan mengikuti jejak panah itu, secara tak sengaja kakiku terpeleset ke genangan air. Hal itu membuat teman-temanku kaget dan karena melihat sepatuku yang terkena lumpur, mereka pun menertawakanku dengan puas.

Sedang asyik menertawakanku, ternyata regu kami telah tertinggal  oleh regu lain kira-kira 30 meter jauhnya. Memang jaraknya tidak terlalu jauh dan kebetulan jalannya pun jalan lurus sehingga masih terlihat regu itu berjalan di depan.

Saat itu kami berjalan sambil bercanda, dan tidak ada pikiran negatif apapun saat itu. namun setelah kurang lebih 2 jam kami berjalan, tiba-tiba aku merasa ada yang aneh. Dan aku sangat yakin bahwa saat itu kami masih berjalan di rute yang benar. Karena saat itu kami masih melihat petunjuk arah yang dibuat oleh panitia.

Kami tetap terus berjalan walaupun ada perasaan aneh dalam hatiku. Tiba-tiba kami bertemu dengan seorang nenek yang sedang membawa ember sambil mengorek-ngorek tanah. Dan seketika itu temanku berteriak sekencang-kencangnya karena kaget. Nenek itu kemudian menatap ke arah kami dengan tajam.

Regu Pramuka Kami tersesat di alam gaib

Melihat temanku yang kaget, akupun bertanya pada nenek itu dalam bahasa sasak “Nek lihat teman kami lewat gak?”. Nenek itu hanya menatap kami dengan tajam kemudian pergi meninggalkan kami tanpa merespon pertanyaanku.

Menurut temanku, ketika nenek itu balik badan dan melangkah pergi, tanpa sadar aku seperti mengikuti nenek itu dari belakang. Karena aku berjalan mengikuti nenek itu, maka temanku yang bernama Hendri dan Izam menarik lengan bajuku.

Saat itu aku juga merasa aneh, ada apa dengan diriku. Saat itu kami cukup putus asa, karena sekeliling kami tidak ada orang lain dan lingkungannya sangat sepi. Namun di ujung terlihat ada sebuah gubuk yang disampingnya terdapat pohon rambutan. Kami ingin sekali pergi ke gubuk itu untuk sekedar beristirahat sebentar tetapi kami tidak berani.

Disaat seperti itu tiba-tiba salah satu temanku berkata “apa mungkin kita mati di sini”. Mendengar perkataan itu, aku cukup kaget dan dengan nada yang kesal dan marah aku berkata pada teman-temanku “ayo jalan!! kita cari jalan sesuai tanda yang dibuat panitia”.

Kira-kira saat itu kami telah berjalan 30 menit lamanya, dan tidak satupun tanda arah kami temukan. “Mungkin kita akan mati disini” ujar Hendri. Mendengar ucapan Hendri, aku tiba-tiba menjadi hampir putus asa, “apakah aku tersesat di alam gaib” pikirku saat itu.

Disaat seperti itu tiba-tiba aku teringat dengan doa yang diajarkan ayahku “ROBBI NAZINI MINAT KAUMIZOLIMIN”. Karena takut dan hampir putus asa, aku membaca doa itu hingga hampir menangis. Setelah selesai membacanya, aku pun menyemangati teman-temanku dan mengajak mereka untuk terus berjalan.

Tidak lama kami berjalan, tiba-tiba di depan kami terlihat tim regu wanita yang sudah mendahului kami. Sungguh sangat aneh, jalan yang kami lalui adalah jalan lurus dan tidak terlihat ada regu siapa pun. Namun tiba-tiba mereka ada di depan kami, kami tidak mengerti bagaiman hal itu terjadi.

Kami berjalan mengikuti tim regu wanita itu dan bapak pembina yang di depan kami kemudian mengarahkan kami ke tempat perkumpulan karena kami adalah regu yang paling belakang. Ketika sampai di titik kumpul regu, teman-teman regu lain bertanya-tanya kami darimana saja, karena mereka cukup khawatir karena kami tidak telihat beriringan dengan mereka.

Saat itu kami cuma bisa menceritakan apa yang telah terjadi. Saat itu aku juga merasa cukup shock dengan kejadian tersesat di alam gaib yang baru aku alami itu. Namun aku masih sempatkan bersyukur pada Tuhan karena telah melindungi kami. Dalam hati aku bersyukur “trimakasih ya Allah tanpa bantuanmu hamba tak berdaya”.  Sekian cerita nyata yang saya alami kawan, dan setiap saya ingat kejadian itu saya menjadi sulit tidur.

Catatan : Pengalaman cerita mistis ini dikirim oleh Bilal Al Givari, untuk berteman atau berkenalan dengannya bisa mengunjungi akun facebook: Algivari Azza Namako . Jika ingin berbagi pengalaman seram dalam hidup anda, silahkan kirim cerita anda melalui form kirim cerita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.